Pemkab Bantul Gelar Kompetisi Desain Batik Khas Bantul

0 172

Pemkab Bantul Gelar Kompetisi Desain Batik Khas Bantul

Pemerintah Kabupaten Bantul melalui Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi (Disperindagkop) tengah mencari desain khas untuk Batik Bantul. Salah satunya, mereka menggelar kompetisi untuk memetakan desain terbaik batik dari ribuan perajin batik di Projo Tamansari ini. “Kami berupaya untuk mengangkat derajat perajin batik dengan beragam kreativitasnya. Untuk tema yang kami pakai adalah Projo Tamansari dan sub temanya adalah flora dan fauna yang mencirikan potensi Kabupaten Bantul,” jelas Kepala Bidang (Kabid) Perindustrian, Disperindagkop Bantul, Kesi Irawati.

Sejauh ini, terdapat 612 unit usaha kain batik dengan tenaga kerja sebanyak 2.056 orang. Batik ini tersebar di enam sentra batik yakni, di Wijirejo (Pandak), Gilangharjo (Pandak), Giriloyo (Imogiri), Kembangsongo (Jetis), Soragan, Ngestiharjo (Kasihan), dan Bangunjiwo (Kasihan). Hanya saja, sejauh ini, belum ada batik khas yang menjadi identitas bagi Bantul. Jika Kulonprogo memiliki Batik Geblek Renteng, Bantul saat ini belum memiliki sesuatu yang khas untuk busana batiknya.

Adapun kompetisi batik ini dibagi dalam dua kategori yakni, klasik dan modern. Adapun pendaftaran dibuka sejak 21 Juni hingga 23 Juli 2016. Sasaran dari kegiatan ini adalah pembatik yang ber-KTP Bantul. Pendaftaran peserta ini gratis dan bisa dilakukan di kantor Disperindagkop setempat, jalan lingkar timur Manding, Trirenggo, Bantul.

Untuk para peserta bisa mengembangkan kreativitas dengan inspirasi dari flora dan fauna yang ada di objek wisata unggulan Bantul. Misalnya, ada corak dan bagian dari pohon kelapa yang banyak tumbuh di kawasan wisata Bantul dan bisa diadopsi untuk corak batik. Bisa juga makanan khas Bantul, geplak dituangkan dalam kain batik. Nantinya akan ada lima juri dari pakar batik dan akademisi yang akan menilai karya para perajin ini. Di antaranya adalah, Erna Kusmawati sebagai Ketua Dekranas, Pakar Batik Yogya, Hani Winotosastro. Serta, dosen ISI yakni, Arif Suharsono dan Made Sukanandi. Nantinya, juara desain batik ini akan mendapat kesempatan pameran di beragam event. Selain itu, akan mendapat hak paten dan perlindungan hukum.

Source http://jogja.tribunnews.com/ http://jogja.tribunnews.com/2016/07/14/pemkab-bantul-gelar-kompetisi-desain-batik-khas-bantul?page=2
Comments
Loading...