Pembatik Muda Rifaiyah Batang yang Batiknya Terjual Hingga Belanda dan Amerika

0 188

Pembatik Muda Rifaiyah Batang yang Batiknya Terjual Hingga Belanda dan Amerika

Kicauan burung kutilang peliharaan menemani Nurul Maslahah (15) dan ibunya, Bayinah (52) membatik di rumahnya yang terletak di Gang Gayam Kelurahan Watesalit. Tak jarang suara tokek dari kebun sebelah rumah menemani syahdunya suasana ibu dan anak ini membatik. Meski sudah cukup larut mereka justru makin bersemangat menggarap goresan demi goresan dalam selembar kain.

Biasanya Nurul membatik usai menyelesaikan kewajibannya belajar sebagai siswa SMK jurusan Tata Busana. Berkat kompor listrik pemberian seorang pegiat batik tujuh tahun lalu, Nurul dan Ibunya lebih bisa berhemat. Pasalnya dibandingkan harus menggunakan minyak tanah, menggunakan listrik jauh lebih irit dan aman.

Sebulan, Nurul dan ibunya bisa menghasilkan tiga lembar kain batik siap pakai, dua kain kualitas standar dan satu lagi kain yang bisa menembus harga Rp1,25 juta per lembarnya. Sudah tak dapat terhitung berapa lembar batik karyanya yang sudah terjual. Hari demi hari, tahun demi tahun membatik sudah menjadi bagian kehidupan Nurul. Ia pun sudah beberapa kali mendapatkan pelatihan dari berbagai instansi. Batik yang ia buat pun sudah beberapa kali dipamerkan.

Melalui kreativitasnya Nurul juga sudah membuat sendiri motif batik kontemporernya. Seperti motif yang diberi nama Sarang Tawon, Blarak Semplak, Daun Petai, Daun Lumbung, dan lainnya. Bahkan batiknya sudah pernah dibeli kolektor Batik dari Belanda dan Amerika Serikat. Alumni Berprestasi SMPN 6 Batang ini berniat mengembangkan keahlian itu. Meski hidup pas-pasan semangat untuk melanjutkan pendidikannya tinggi. Nurul pun memilih jurusan Tata Busana SMKN 1 Warungasem untuk menggapai mimpinya menjadi desainer yang bisa mengangkat citra Batik Rifaiyah go internasional.

Awalnya ibunya kurang berkenan Nurul melanjutkan pendidikan ke SMKN 1 Warungasem. Pasalnya jarak dari rumah ke sekolah cukup jauh, dan keluarganya termasuk hidup pas-pasan. Namun berkat semangat dan tekad Nurul yang kuat, Bayinah mengizinkan anaknya. Nurul yang kini baru duduk di kelas 10 pun bersedia menjalani kehidupan sekolahnya dengan uang saku pas-pasan dan bekal seadanya. Ia pun sudah terbiasa bersepeda menempuh perjalanan ke sekolahnya sejauh kurang lebih tujuh kilo meter.

Namun Bayinah kini merasa lega, anaknya diprioritaskan mendapatkan beasiswa dari sekolahnya, meski anaknya baru masuk tahun pertama. Pasalnya beberapa waktu lalu wali kelasnya sempat membeli beberapa batik karya anaknya. Dan ketika datang langsung ke rumahnya, pihak sekolah pun bisa melihat langsung kondisi rumahnya yang sederhana.

Source https://radarpekalongan.co.id/ https://radarpekalongan.co.id/1767/pembatik-muda-rifaiyah-batang-yang-batiknya-terjual-hingga-belanda-dan-amerika/
Comments
Loading...