Pembatik Muda dari Sleman

0 99

Pembatik Muda dari Sleman

Nuri Ningsih Hidayati (26), perempuan asal Sleman, Yogyakarta terus berkarya dalam seni batik pewarna alam dengan mengusung merk dagang Marenggo Natural Dyes Batik sejak 2015. Ia mengawali usaha batik dari penelitian mengenai desain-desain batik yang dilakukan sejak kuliah di Institut Seni Indonesia (ISI).

Nuri mendapatkan bahan-bahan pewarna alami seperti daun, batang kayu, dan kulit buah,dari sekitar tempat tinggalnya di Karongan, Berbah, Sleman. Warna-warna yang dihasilkan menggunakan pewarna alami, sehingga menjadikan warna batiknya agak bladus atau tidak terlalu terang seperti halnya pewarna kimia.

Warna bladus pada kain batik menjadi keunggulan tersendiri karena membedakan kain batik pewarna alami dengan kain pewarna kimia. Menurut Nuri, kain batik miliknya lebih eksklusif karena selain berbeda pada warna kain pada umumnya, ia juga menggunakan motif modern yang variatif. Produk Nuri menggunakan unsur motif Jepang seperti bunga sakur yang dipadukan dengan motif tradisional khas Yogyakarta, seperti parang dan kawung.

Nuri termotivasi untuk turut membantu mengurangi pencemaran lingkungan dari usaha batik dengan pewarna alam. Namun, ia juga mengakui bahwa penggunaan pewarna alam pada kain batik cenderung sulit. Beberapa tantangan yang harus dihadapi adalah waktu yang lebih lama untuk proses pewarnaan dibanding pewarna sintetis, hasil yang warna yang tidak dapat dikontrol sepenuhnya karena unsur hara dasar pewarnaan, dan diperlukannya kesabaran untuk meneliti bahan-bahan alam yang dapat digunakan sebagai material dasar pewarna.

Kesabaran Nuri berbuah manis, karena selain memiliki galeri sendiri di rumahnya, sekarang ia juga merambah pasar di luar kota dengan memberlakukan sistem konsinyasi dengan  sebuah galeri di Mall Lippo Kemang, Jakarta. Harapan Nuri ke depannya adalah usahanya dapat merambah pasar yang lebih luas dengan memiliki galeri dengan tempat edukasi khusus untuk membatik menggunakan warna alam untuk masyarakat sekitar.

Demi melestarikan batik di Yogyakarta, Nuri juga menjadi fasilitator yang menginspirasi pembatik muda. Wanita ini pun turut mengedukasi masyarakat sekitar rumahnya untuk belajar membatik sehingga pembatik yang bekerja bersamanya kebanyakan berasal dari masyarakat sekitar. Pemuda sekitar pun turut diajak untuk melestarikan tanaman-tanaman yang menjadi bahan dasar pewarna alam seperti bunga morenggoindigo, dan tanaman kesumba keling.

Nuri Ningsih Hidayati (26), perempuan asal Sleman, Yogyakarta terus berkarya dalam seni batik pewarna alam dengan mengusung merk dagang Marenggo Natural Dyes Batik sejak 2015. Ia mengawali usaha batik dari penelitian mengenai desain-desain batik yang dilakukan sejak kuliah di Institut Seni Indonesia (ISI).

Nuri mendapatkan bahan-bahan pewarna alami seperti daun, batang kayu, dan kulit buah,dari sekitar tempat tinggalnya di Karongan, Berbah, Sleman. Warna-warna yang dihasilkan menggunakan pewarna alami, sehingga menjadikan warna batiknya agak bladus atau tidak terlalu terang seperti halnya pewarna kimia.

Warna bladus pada kain batik menjadi keunggulan tersendiri karena membedakan kain batik pewarna alami dengan kain pewarna kimia. Menurut Nuri, kain batik miliknya lebih eksklusif karena selain berbeda pada warna kain pada umumnya, ia juga menggunakan motif modern yang variatif. Produk Nuri menggunakan unsur motif Jepang seperti bunga sakur yang dipadukan dengan motif tradisional khas Yogyakarta, seperti parang dan kawung.

Nuri termotivasi untuk turut membantu mengurangi pencemaran lingkungan dari usaha batik dengan pewarna alam. Namun, ia juga mengakui bahwa penggunaan pewarna alam pada kain batik cenderung sulit.

Beberapa tantangan yang harus dihadapi adalah waktu yang lebih lama untuk proses pewarnaan dibanding pewarna sintetis, hasil yang warna yang tidak dapat dikontrol sepenuhnya karena unsur hara dasar pewarnaan, dan diperlukannya kesabaran untuk meneliti bahan-bahan alam yang dapat digunakan sebagai material dasar pewarna.

Kesabaran Nuri berbuah manis, karena selain memiliki galeri sendiri di rumahnya, sekarang ia juga merambah pasar di luar kota dengan memberlakukan sistem konsinyasi dengan  sebuah galeri di Mall Lippo Kemang, Jakarta. Harapan Nuri ke depannya adalah usahanya dapat merambah pasar yang lebih luas dengan memiliki galeri dengan tempat edukasi khusus untuk membatik menggunakan warna alam untuk masyarakat sekitar.

Demi melestarikan batik di Yogyakarta, Nuri juga menjadi fasilitator yang menginspirasi pembatik muda. Wanita ini pun turut mengedukasi masyarakat sekitar rumahnya untuk belajar membatik sehingga pembatik yang bekerja bersamanya kebanyakan berasal dari masyarakat sekitar. Pemuda sekitar pun turut diajak untuk melestarikan tanaman-tanaman yang menjadi bahan dasar pewarna alam seperti bunga morenggoindigo, dan tanaman kesumba keling.

Source https://finansial.bisnis.com/ https://finansial.bisnis.com/read/20181223/90/872031/pembatik-muda-dari-sleman-
Comments
Loading...