Tanaman Indigofera Sebagai Warna Batik

0 244

Pemanfaatan Tanaman Indigofera Sebagai Sumber Pewarna Alami

Tanaman Indigofera merupakan jenis tanaman perdu yang diambil bagian daun dan rantingnya untuk menghasilkan warna biru yang khas. Bagi masyarakat Indonesia Indigofera lebih dikenal dengan sebutan pohon nila. Tanaman ini ketika tumbuh akan membentuk semak-semak dan berkembang biak melalui sistem generatif dari bijinya.

Secara umum tidak diketahui pasti sejak kapan tanaman Indigofera mulai digunakan sebagai pewarna alami, konon kebudayaan Hindu di India telah mengetahui dan memanfaatkan salah satu tumbuhan dari marga Indigofera sebagai pewarna tekstil sejak tahun 2500 sebelum masehi.

Indonesia pemanfaatan tanaman Indigofera sebagai natural dye pertama kali digunakan oleh masyarakat jawa untuk mewarnai kain batik. Seiring dengan berjalannya waktu bahan pewarna tersebut kemudian mulai dikembangkan untuk mewarnai berbagai jenis kain tradisional lainnya.

Berbagai jenis kain tradisional yang dimaksud diantaranya berupa:

  • Kain tenun ulos dari Sumatera Utara.
  • Kain tapis dari masyarakat Lampung.
  • Kain cepuk dari Pulau Nusa Penida.
  • Kain songket dari masyarakat Minangkabau.
  • Kain poleng dari Bali.

Warna biru yang dihasilkan dari zat pewarna indigo umumnya cenderung bersifat lebih natural dan cerah walaupun aplikasinya tidak selalu konsisten atau merata. Dibalik ketidak sempurnaan itulah terdapat nilai seni yang tertuang dalam setiap karya yang diciptakan.

Tidak hanya terbatas pada kain-kain tradisional saja, denim yang dikenal sebagai bahan utama untuk jeans juga termasuk ke dalam jenis kain yang dulunya banyak dibuat menggunakan bahan pewarna indigo.

Source Pemanfaatan Tanaman Indigofera Bahan Batik
Comments
Loading...