Para Srikandi Batik Dari Banyuwangi 

0 171

Para Srikandi Batik Dari Banyuwangi 

Reni Hayu Pratiwi merupakan perajin batik yang ada di Kabupaten Banyuwangi yang mulai membuat batik dengan menghidupkan kompor kecil dan memanaskan lilin di atas wajan kecil. Di hadapannya selembar kain putih yang sudah di gambar dengan Motif Batik ‘Kangkung Setingkes’. Dengan hati-hati ia menyelupkan canting di tangan kanan nya dan meniup ujungnya perlahan. Reni Hayu Pratiwi, salah satu dari 30 ibu rumah tangga yang mengikuti pelatihan pembuatan batik yang di selenggarakan Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Kecamatan Kalipuro. Reni bercerita kesulitannya saat memegang canting. “Awalnya kayak megang sendok, ternyata beda ya. Apalagi panas dari malam cair nya juga harus diatur agar bisa tembus di bagian kain belakang. Kalau nggak ya harus di ulang,” katanya.

Sebelum diajari melukis di atas kain, Reni menjelaskan, di hari pertama ia dan rekan-rekannya diperkenalkan dasar-dasar membatik, bahan dan juga motif-motif batik. Reni mengaku akan meneruskan pelatihan ini dengan kawan-kawannya untuk membentuk kelompok usaha. Sementara Buhani, pemilik Batik Srikandi mengaku senang berbagi ilmu dengan ibu-ibu rumah tangga yang mau belajar batik. Perempuan yang sudah 21 tahun menggeluti dunia batik ini mengaku perempuan bisa memilih menjadi pembatik karena bisa dikerjakan di rumah tanpa harus meninggalkan keluarga. Bukan hanya mengajari cara membatik, Buhani juga mengenalkan beberapa Motif Batik Banyuwangi. Motif batik yang terkenal di Banyuwangi hanya Gajah Uling. Padahal masih banyak motif-motif lain seperti Kangkung Stingkes, Kopi Pecah dan Paras Gempal. Sebagai awal juga diajarkan bagaimana mendesain motif agar lebih kreatif dan mempunyai nilai jual yang lebih.

Sementara itu Sulistyaning Dyah Sinta Dewi, Ketua Unit Pengelola Kegatan program nasional pemberdayaan masyarakat Kecamatan Kalipuro Kabupaten Banyuwangi menjelaskan, pelatihan membatik sengaja di pilih karena batik menjadi salah satu potensi yang dimiliki Kabupaten Banyuwangi. Pelatihan pembuatan batik ini, ibu-ibu rumah tangga di beri alat-alat batik dan juga dua lembar kain putih. Kedepannya, nanti akan di bentuk kelompok kerja di setiap desa sehingga mereka akan menularkan ke ibu-ibu di sekitarnya.

Ada delapan desa yang ikut yaitu Desa Bulusari, Desa Telemung, Desa Kelir, Desa Pesucen, Kelurahan Klatak, Kelurahan Bulusan dan Kelurahan Ketapang. Nanti mereka akan membentuk sentra pembuatan batik di desanya sehingga sisi lain potensi Banyuwangi juga bisa diketahui. Selain itu hal ini juga bisa untuk memberdayakan perempuan terutama yang ada di desa.

Source http://www.ayopreneur.com/ http://www.ayopreneur.com/domestic-womenpreneur/reni-hayu-srikandi-batik-dari-banyuwangi 
Comments
Loading...