Padukan Batik dan Teknologi, Nancy Margried Kembangkan Produk Lokal Lewat IKKON

0 31

Padukan Batik dan Teknologi, Nancy Margried Kembangkan Produk Lokal Lewat IKKON

Berbekal pengalaman mengangkat Batik Fractal ke internasional, Nancy Margried terpanggil untuk ikut serta mengembangkan produk lokal lewat IKKON. Semangat membangun negeri bisa dilakukan dengan cara apapun. Menilik dari pengalaman Nancy yang bergelut di industri kreatif, ia melakukannya dengan mengikuti IKKON. “Saya tertarik untuk ikut IKKON, pertama karena saya ingin memperluas wawasan dan jaringan di bidang pelaku kreatif di Indonesia,” jelas Nancy, CEO Piksel Indonesia, yang inovasinya memadukan batik dengan teknologi, membawa batik ke level yang baru.

Tidak bisa dipungkiri, industri ekonomi kreatif di Indonesia beberapa tahun belakangan mengalami pertumbuhan yang cukup menggembirakan. Sektor industri kreatif menyerap sekitar 16,91 juta jiwa dan didominasi oleh generasi milenial. Tingginya minat anak muda bergelut di industri kreatif, kemungkinan besar karena jenis usaha ini mengedepankan inovasi atau pembaruan terhadap bisnis yang sama sebelumnya. Menurut Nancy sifat pelaku kreatif saat ini berbeda dengan generasi lalu. Generasi sekarang memiliki selera baru, kreativitas baru, dan yang menarik, mereka memiliki keinginan kuat untuk berkarya membangun negeri. “Melalui keikutsertaaan saya di IKKON, saya ingin memiliki jaringan tersebut untuk tetap membuka wawasan dan membuat diri saya tetap relevan di industri ini,” tambahnya.

Bagi penyandang master di University College London ini, IKKON merupakan salah satu dari sedikit program yang diinisiasi pemerintah, yang benar-benar fokus pada sektor kreatif. Program yang menempatkan berbagai ahli dalam satu kelompok di suatu daerah untuk mengangkat potensi kreatif daerah tersebut ini, memungkinkan munculnya produk-produk kreatif yang berkelas internasional. Berkolaborasi dengan pelaku kreatif di daerah tentunya bukan hal mudah, banyak tantangan yang ia temui. Bagi Nancy yang berkarya melalui IKKON di Belitung, salah satu tantangan yang ia hadapi adalah skill yang masih terbatas karena memang perajin di sana baru bisa mengerjakan produk-produk sederhana.

“Jadi sebagai desainer, kami harus memberikan transfer knowledge dari segi teknis juga untuk produk-produk yang dikerjakan,” jelas Nancy. Selain itu, mahalnya harga material juga membuat kreativitas sedikit terhambat karena perajin harus menyediakan modal yang besar untuk bereksperimen dengan material lain. Namun, tantangan tersebut tak membuatnya surut langkah. Bagi Nancy, tantangan menjadi modal pembelajaran dan pengalaman yang berharga. Tak hanya dari luar, tantangan juga datang dari dalam tim. Didapuk sebagai mentor, Nancy harus memberikan dukungan dan arahan pada 11 anggota kelompok yang tadinya tak saling kenal.

Menyatukan persepsi dan ide dari anggota tim yang berasal dari profesi dan latar yang berbeda, tentunya juga menjadi tantangan tersendiri bagi Nancy. “Namun saya sangat bersyukur, semua anggota tim Belitung sangat kompak, sangat ahli di bidangnya, sehingga tiap orang belajar banyak satu sama lain. Saya belajar banyak dari teman-teman grup saya, menambah wawasan saya terhadap berbagai bidang subsektor kreatif lainnya dan memacu semangat saya untuk berinovasi dalam perusahaan saya sendiri,” akunya. 

Walau kolaborasi dengan perajin di daerah bukan hal baru baginya mengingat bisnis Batik Fractal yang digelutinya didasari kolaborasi dengan perajin batik di seluruh Indonesia, namun berkarya melalui IKKON membuat Nancy selalu menemukan hal baru yang menginspirasi. Apalagi, IKKON yang diinisiasi Bekraf tentunya sangat berdampak bagi pengembangan para perajin lokal. “Bekraf telah menjadi satu-satunya wadah di Indonesia dalam memajukan industri kreatif. Walaupun umur Bekraf masih muda, namun dengan semangat untuk terus memperbaiki kondisi ekonomi kreatif di Indonesia dan semangat untuk merevolusi lembaga Bekraf sendiri, saya yakin Bekraf akan menjadi lembaga yang bisa menjadi wadah penghasil inovator kelas dunia,” pungkasnya.

Source http://manado.tribunnews.com/ http://manado.tribunnews.com/2018/09/17/padukan-batik-dan-teknologi-nancy-margried-kembangkan-produk-lokal-lewat-ikkon
Comments
Loading...