Nova Rini, Hidupkan Kembali Batik Karya Mendiang Prajudi

0 27

Nova Rini, Hidupkan Kembali Batik Karya Mendiang Prajudi

Label Prajudi bukanlah nama asing di industri mode lokal. Karya-karya kebaya dan batik yang menjadi andalannya sejak tahun ’80-an. Setelah sang desainer meninggal lebih dari satu dekade lalu, label ini mengembalikan eksistensinya di tahun 2016 ini dengan creative director dan gaya yang baru.

Nova Rini merupakan pengusaha yang kini menjabat sebagai creative director untuk label Prajudi. Sosialita yang juga pernah tampil sebagai presenter televisi ini memang tak pernah mengemban pendidikan khusus di sekolah mode. Namun kecintaannya pada batik membuatnya percaya diri untuk melanjutkan eksistensi label Prajudi yang telah dikenal luas masyarakat.

Di tahun pertamanya sebagai desainer yang melanjutkan label desainer ternama. Nova terlihat bermain aman untuk teknik potongan, jahitan ataupun warna. Koleksi yang ditampilkan cukup minimalis dan simpel seperti dress aksen peplum, terusan dengan draperi dan juga jaket dengan lapel lebar. Koleksi kapsul itu didominasi oleh palet hitam dan juga merah.

Walau terkesan klasik, potongan ini versatile dan cocok menjadi opsi bagi wanita yang ingin tampil simpel dan elegan. Seluruhnya dikreasikan dari kain batik Prajudi yang tampil dengan motif Parang sampai Swastika. Demi melanjutkan nama sang desainer, Nova tetap mempertahankan ciri khas Prajudi.

Salah satunya tetap mengangkat kebaya polos dengan bordir dan payet warna senada. Baginya, kebaya klasik ini adalah item yang timeless sehingga sangat disayangkan jika tak dilanjutkan eksistensinya. Nova mengambil batik-batik ini dari wilayah Solo, Pekalongan dan juga Jogjakarta. Beberapa pengrajinnya adalah pebatik lama langganan desainer Prajudi. Saat ini, Nova tak hanya berkreasi dengan satu teknik batik, ia memakai motif dari batik tulis, batik cap dan juga print.

Source https://wolipop.detik.com/ https://wolipop.detik.com/read/2016/02/24/183318/3150266/233/nova-rini-desainer-muda-yang-hidupkan-kembali-karya-batik-mendiang-prajudi
Comments
Loading...