Nilai Primitif Dalam Pembuatan Menjadi Kekhasan Batik Tegal

0 9

Nilai Primitif Dalam Pembuatan Menjadi Kekhasan Batik Tegal

Hampir setiap wilayah di Indonesia memiliki ragam batik yang berbeda, satu di antaranya ialah batik Tegal. Munculnya Batik Tegal tak terpisahkan dari berbagai pengaruh, Raja Mataram, Amangkurat I dan R. A Kardinah sebagai isteri Bupati Tegal, R.M. Sejitno Reksonegoro IX yang menjabat tahun 1908-1936.

Meski demikian, Budayawan Yono Daryono menyebut bahwa Batik Tegal sudah ada bahkan jauh sebelum Raja Amangkurat I hadir di Tegal. Menurut dia, Batik Tegal memperlihatkan bentuk corak Flora dan Fauna yang disebut sebagai Batik Rakyat.

“Pengaruh amangkurat memberikan kesan Batik Tegal memiliki corak simbolis kerajaan. Padahal, Batik Tegal itu bebas dan terlihat primitif sehingga dinilai otentik. Hal itu justru menjadi keunggulan Batik Tegal lewat motif primitifnya,” ujar Yono, saat ditanya Tribunjateng.com tentang peringatan Hari BatikNasional, 2 Oktober.

Meski ada pengaruh dari Raja Amangkurat I dan R. A Kardinah dalam teknik membatik, kata Yono, corak dan motif Batik Tegal tetap memberikan perbedaan dari batik-batik daerah lain.

Dia bercerita bahwa kegiatan membatik di Kota Tegal merupakan kebiasaan sehari-hari warga pada masa lampau.

Khususnya di wilayah Kalinyamat, Tegal Selatan, Kota Tegalbatik yang dihasilkan oleh warga setempat justru untuk kebutuhan khusus warga, seperti momen hajatan, pernikahan, ataupun khitan. Masyarakat mempersiapkan batik-batik tersebut untuk dipakai sendiri dan tidak dijual.

‘’Awalnya tidak dijual, hanya untuk kebutuhan warga saya dalam menyambut hajatan di keluarganya, Lambat laun ketertarikan orang lain untuk memesan membuat daya tarik sendiri dalam memproduksi batik. Bisa dikatakan ada nilai jual dari batik Tegal, meski dalam proses pesannya memakan waktu hingga satu bulan penuh,’’ tambah Yono.

Source http://www.tribunnews.com http://www.tribunnews.com/lifestyle/2018/10/03/nilai-primitif-dalam-pembuatan-menjadi-kekhasan-batik-tegal
Comments
Loading...