infobatik.id

Nasib Batik Mojokerto

0 30

Nasib Batik Mojokerto

Perajin batik di Kota Mojokerto mengaku membutuhkan branding batik khas agar lebih dikenal di pasar luas. Sejauh ini, peminat batik khas Kota Mojokerto terbatas di kalangan instansi lokal. Kualitas batik khas Kota Mojokerto tak kalah dengan daerah perajin batik lainnya. Bahkan, motif-motif batik terus dikembangkan lebih luas lagi. Dalam beberapa tahun terakhir ini, beberapa motif batik yang khas telah memiliki paten tersendiri. Sehingga, memiliki perlindungan atas kekayaan intelektual dari motif batik yang merupakan warisan budaya Nusantara.

Di Kota Mojokerto sendiri, telah berkembang perajin batik yang menuju ke arah industri. Tak kurang dari 40 perajin batik yang memproduksi aneka batik, baik batik tulis hingga cap. Tujuh diantaranya sudah punya nama di luar daerah. Namun, untuk pemasaran mereka masih terkendala jangkauan pasar. Salah satu perajin batik asal Suratan Kelurahan Kranggan, Sofi, mengakui, produk batik khas Kota Mojokerto memiliki kualitas yang jempolan. Bahkan, motif yang berkembang menjadikan batik tersebut bisa digunakan di berbagai kepentingan. Hanya saja, dia mengeluhkan masih minimnya event yang mem-branding produk batik khas Kota Mojokerto. Dijelaskannya, momen Hari Batik agaknya cocok dipakai untuk mem-branding Batik Kota Mojokerto. Lantaran, terbilang momen yang pas untuk mengenalkan batik khas.

Selama ini, promosi atau branding yang digelar pemerintah terbilang sangat diandalkan perajin. Karena, dengan adanya pameran, para penggemar batik berdatangan. Baik dari kawasan Mojokerto maupun luar daerah. Sehingga, produk batik kota semakin dikenal. Dibanding produk batik daerah lain, batik Mojokerto memiliki kualitas yang tak kalah. Batik tulis maupun cap, kualitasnya tidak bisa dipandang remeh. Hanya saja, dari segi harga, batik Mojokerto masih dilabeli mahal. Dibanding produk batik Madura maupun Sidoarjo, batik Mojokerto masih kalah tenar. Potensi pengembangan batik Mojokerto terbilang masih luas. Hanya saja, dukungan promosi dan branding perlu digencarkan. Kemudian, pelatihan menggandeng desainer tingkat nasional juga diperlukan. Sudah ada sedikitnya 14 motif batik khas Kota Mojokerto sudah dipatenkan. Upaya yang didukung pemerintah itu diperlukan untuk melindungi karya perajin kota. Diantaranya, motif batik gringsing, merico bolong, merak tengger, gedek roboh, dan lainnya.

Source https://www.jawapos.com/ https://www.jawapos.com/radarmojokerto/read/2017/10/03/17184/nasib-batik-mojokerto-kaya-motif-miskin-branding
Comments
Loading...