infobatik.id

Muchayatun Kibarkan Batik Indramayu Di Belanda

0 11

Muchayatun Kibarkan Batik Indramayu Di Belanda

Batik sebagai salah satu warisan budaya, dan memiliki motif batik sangat beragam. Hampir setiap daerah punya motif batik yang khas. Tak terkecuali Indramayu yang memiliki batik khas sendiri. Batik Indramayu mempunyai 52 motif yang bercirikan khas daerah pesisir pantai, seperti kapal kandas, udang etong, lock chan, dan pintu raja. Salah satu pengibar batik khas Indramayu adalah Muchayatun Handoko. Peminat batik buatannya juga datang dari Asia dan Eropa. Keterampilan membuat batik Muchayatun warisi dari keluarga secara turun temurun. “Sejak tahun 1960, nenek saya merintis usaha batik Indramayu,” kata Muchayatun.

Usaha ini lalu diteruskan oleh ibunya sekitar tahun 1970-an. Sejak kecil, Muchayatun sudah terlibat langsung membantu usaha batik orangtuanya. Saat sang ibu mulai sakit-sakitan di tahun 2008, dia pun diminta melanjutkan usaha pembuatan batik. Padahal, saat itu, wanita lulusan sarjana keperawatan ini sudah bekerja sebagai dosen di sebuah perguruan tinggi di Jawa Timur. Kendati sudah menetap dan bekerja mapan di Jawa Timur, Muchayatun tak kuasa menolak permintaan ibunya. Akhirnya, dia memutuskan untuk pulang kembali ke tanah kelahirannya, Indramayu.

Tak lama pulang kampung, ibunya kemudian meninggal. Sepeninggal sang ibu, usaha pembuatan batik semakin meredup. Aset usaha yang tersisa hanya sedikit. Itupun masih dibagi-bagi dengan empat saudaranya. Muchayatun sempat bingung untuk meneruskan usaha batik karena tak memiliki modal yang cukup. Untungnya, ia mendapat pinjaman modal dari mertuanya sebesar Rp 10 juta. Dalam kondisi yang serbaterbatas itu, ia nekat membangun kembali usaha pembuatan batik ibunya, dengan bendera baru bernama Bintang Arut.

Ketika itu, dia dibantu sekitar 20 karyawan yang sebelumnya telah bekerja dengan ibunya. Namun, berkat kerja keras dan ketekunannya mengelola usaha, dalam waktu singkat Bintang Arut sudah mampu berkibar. Selain batik cap, Muchayatun kini memproduksi batik tulis. Dalam sebulan, ia memproduksi sebanyak 600 hingga 800 helai kain batik, baik batik cap maupun batik tulis. Kain batik buatannya dijual mulai Rp 60.000 hingga Rp 2,5 juta per lembar. Selain untuk memenuhi pasar dalam negeri, hasil produksinya juga sudah berhasil menembus pasar internasional, seperti Belanda dan Singapura. Dari usaha batik ini, omzet yang ia peroleh mencapai Rp 150 juta per bulan. Batik buatan Muchayatun digemari karena motif dan teknik pewarnaannya  mencolok dan berani, khas Batik Indramayu.

Source http://www.kontan.co.id/ http://peluangusaha.kontan.co.id/news/muchayatun-kibarkan-batik-indramayu-di-belanda-1
Comments
Loading...