Motif Ukel Cendrawasih, Gambaran Kembalinya Sang Cendrawasih ke Hutan Rimba

0 122

Motif Ukel Cendrawasih, Gambaran Kembalinya Sang Cendrawasih ke Hutan Rimba

Sudah tidak bisa diragukan lagi ketika tangan-tangan para pencanting memulai untuk menghasilkan sebuah batik yang berkualitas. Maka dengan sepenuh hati mereka akan memberikan sebagian besar perhatian mereka kepada batik yang mereka kerjakan. Salah satu koleksi terbaru Prajnaparamita Indonesian Batik, Motif Ukel Cendrawasih.

Motif yang merupakan pengembangan dari variasi ukel dan pewarnaan alami dari batik tulis tradisional di Desa Girilayu ini merupakan salah satu hasil karya yang begitu istimewa. Selain karena jumlahnya yang hanya ada satu di dunia ini, motif ini juga memiliki ciri khas ukel yang begitu rumit dan indah khas Desa Girilayu.

Mengusung motif kontemporer dan meninggalkan beberapa pakem motif klasik, tetap tidak mengurangi seni dan keindahannya dalam khasanah budaya batik tulis Indonesia. Ditambah dengan adanya unsur burung Cendrawasih yang menjadi ciri khas keragaman hayati Nusantara Indonesia dan perpaduan motif bunga dan dedaunan yang menghiasi motifnya.

Unsur burung Cendrawasih ini menjadi karakter utama terbang di hamparan motif dengan isen-isen berupa bunga dan dedaunan rimba. Sebagai pelengkap keindahan tersebut, hiasan ukel yang rapi memenuhi sabagian besar latar motif batik tersebut.

Beralih kepada pewarnaan batik tulis tersebut, dengan warisan pewarnaan klasik khas warna sogan Solo, sudah pasti warna alam menjai pilihan utama batik tersebut. sogan alam berwarna pohon mahoni ini begitu kuat melukis seluruh motif batik tulis yang menjelaskan bagaimana keindahan seni warna yang ditunjukkan oleh baik ini.

Ditambah lagi dengan menggunakan berbagai warna alam yang kalem dan minimalis, sebagai identitas bahwa berbagai warna tersebut mampu membentuk simfoni yang indah dengan motifnya. Latar berwarna hitam kemudian beberapa bagian warna putih seolah menjelaskan, pakem yang tidak ditinggalkan dari warisan leluhur.

Sebagai penutup, sebuah filosofi dan tema dari batik tersebut adalah sebuah ungkapan bahagia dan salam hangat untuk saudara kita di Papua. Yang mungkin berada jauh di sana dan mungkin negeri Cendrawasih ini sedang berbenah dan mengembalikan keindahan alam Papua yang menjadi satu dengan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Pembuat batik ni juga ingin menyampaikan bagaimana indahnya negeri kita Indonesia yang meluruh, yang membuat dunia seakan berdecak kagum dengan keindahannya. Oleh karena itu, sudah sepantanya rasa syukur dan rasa bahagia menjadi sebuah kebanggaan tersendiri karena semua itu.

Semoga Negeriku Indonesia selalu diberikan kekuatan untuk menghadapi segala halangan dan rintangan untuk menjadi negeri yang damai, negeri yang adil dan makmur dalam keberagaman dalam satu persatuan merah putih, Indonesia.

Source http://indonesianbatik.id http://indonesianbatik.id/2019/01/02/motif-ukel-cendrawasih-gambaran-kembalinya-sang-cendrawasih-ke-hutan-rimba/
Comments
Loading...