Motif Ikat Ngada Flores

0 492

Tenun Ikat Ngada

Tenunan Kabupaten Ngada dikenal dengan sebutan Tenun Ikat ( sapu lue dan lawo ). Tenun ikat Kabupaten Ngada ini sudah tidak asing lagi di telinga masyarakat Flores, menurut orang setempat dinamakan Tenun Ikat karena dalam proses membuat motif ada bagian benang yang diikat agar tidak terkena pewarna saat proses pewarnaan. Diantara kesenian daerah yang ada, Tenun Ikat inilah sering dicari oleh para wisatawan karena memiliki motif yang khas dan memiliki filosofi tersendiri. Kabupaten Ngada terdapat beberapa desa yang dikenal sebagai tempat penghasil Tenun Ikat antara lain di Langa Kecamatan Bajawa dan Desa Tiworiwu Kecamatan Jerebuu. Desa-desa tersebut merupakan tempat bekumpulnya kelompok-kelompok tenun. Tenun Ikat lazimnya dilakukan oleh penenun wanita yang sudah berusia dan tekun dalam menggarap tenun berhari-hari, wanita yang muda-muda hanya membantu saja. Hal ini beralasan karena bagi penggarap kain tenun yang bermotif tinggi tidak sembarang wanita dibolehkan oleh yang tua untuk hal-hal yang demikian, artinya pada penenun wanita yang berusia (dewasa) dapat melakukan.

Sebuah kain tercipta dari susunan-susunan benang yang di pakan (jengkuan) dari kanan ke kiri menyusupi benang-benang lungsi terbujur diatas kaki wanita penenun, dengan bentangan benang lungsi yang terikat di tiang penahan di ujungnya dan ujung lain dihadapkan pada penenun wanita dan diikat dengan tali yang ditahan pada pinggul belakang penenun sebagai sandaran, sekaligus berfungsi sebagai pengencang benang lungsi agar kuat terentang sewaktu penenun menyusupkan jengkuan sampai kain tenun siap jadi.

Membutuhkan waktu dan tenaga cukup lama untuk membuat sebuah kain tenun ikat. Saar proses pembuatannya diperlukan kesabaran dan ketelitian yang tinggi, sehingga sangat disayangkan jika kita hanya melihat hasil dari tenunan tapi tidak mengetahui bagaimana proses pembuatan sebuah kain tenun ikat. Daerah Ngada, terdapat Motif Tenun Songket Kuning Emas sebagai pengganti songket benang emas. Motif lain yang kerap dikreasikan masyarakat Ngada adalah motif dengan dominasi warna-warna gelap, antara lain, kombinasi warna biru dan cokelat dengan garis-garis sederhana. Sedangkan suku Nage Keo menghasilkan tenunan yang menampilkan Motif Bintik-bintik Kecil dari teknik ikat pembentuk motif flora yang dikombinasikan dengan jalur-jalur kecil berwarna putih, merah dan biru.

Source Tenun Ikat Ngada Tenun Ikat Tenun Songket Kuning Emas
Comments
Loading...