Motif Rumpun Bambu dari Kampung Magetan

0 179

Motif Rumpun Bambu dari Kampung Magetan

Banyak sekali ragam corak batik yang diangkat oleh para perajin batik yang ada di Indonesia. Salah satunya di suatu kampung yang berada di Magetan, Jawa Timur, yang secara turun-temurun menjaga motif batik sesuai dengan nama kampung mereka. Motif Bambu menjadi ciri khas Batik Magetan. Desa Sidomukti, Kecamatan Plaosan, Kabupaten Magetan, yang terletak di lereng Gunung Lawu. Desa tersebut menjadi sentra batik bagi Kabupaten Magetan. Saat datang ke Sidomukti, akan disambut dengan patung ibu membatik yang berdiri di gapura desa.

Tak berlebihan jika patung ibu membatik itu dibuat sebagai ikon desa. Karena, ibu-ibu di desa itu sebagian besar mempunyai kesibukan membatik.  Motif Bambu atau pring dalam Bahasa Jawa menjadi ciri khas batik yang diproduksi. Pemerintah Kabupaten Magetan menjadikan Motif Serumpun Bambu sebagai motif khas Magetan. Usaha tersebut semakin berkembang sejak tahun 2002, sejak Kementerian Sosial mengucurkan dana untuk memberi pelatihan dan modal kepada kaum perempuan di desa ini.

Namun, dalam perkembangannya motif batik tidak melulu hanya motif bambu, berkembang ke motif lain. Di desa ini ada tiga lokasi membatik yang ditekuni ibu-ibu, di antaranya di kampung Papringan, dan di Kantor Desa Sidomukti.  Papringan sendiri mempunyai arti sebagai tempat tumbuhnya bambu atau pring. Motif bambu dipilih, karena tanaman berakar serabut itu banyak tumbuh dan menginspirasi untuk diabadikan dalam kain batik sejak dulu.  Dalam sebulan satu kelompok bisa menghasilkan 500 hingga 600 helai kain dengan ukuran 2,25 x 1,5 meter.  Pemasaran batik tersebut tak hanya di Magetan, tetapi juga ke Jakarta, Kalimantan, Bogor, Malang, bahkan sebuah dinas di Papua pernah memesan untuk seragam batik kantor. Meski hanya sebagai sampingan ibu-ibu dalam mencari uang tambahan, rupanya usaha ini tidak bisa dipandang sebelah mata.

Selain menjadi ciri khas, motif batik Magetan banyak disukai para pembeli karena ada karakter pada motif bambu tersebut. Harga satu helai kain batik dengan motif bambu produksi ibu-ibu kampung Prapringan ini beragam. Harga terendah mulai Rp135 ribu hingga Rp1 juta, tergantung tingkat kesulitan dalam corak batik.

Source http://glo-batik.blogspot.co.id/ http://glo-batik.blogspot.co.id/2016/04/batik-nusantara_27.html
Comments
Loading...