Motif Pring Sedapur Mojokerto

0 1.893
Batik merupakan salah satu tekstil tradisional khas Indonesia yang mendunia. Setiap daerah memiliki ragam hias yang berbeda dengan ciri khas dari daerahnya masing-masing. Batik Pring Sedapur merupakan Kabupaten Magetan yang patut dilestarikan. Untuk melestarikan karya seni batik ini maka perlu diadakan penelitian guna mengetahui perkembangan ragam hias batik Pring Sedapur.

Perkembangan batik Pring Sedapur dipengaruhi oleh potensi yang ada di Kabupaten Magetan meliputi batik Pring Cilik, batik Jalak Lawu, batik Sekar Jagad dan batik Magetan Ngumandang. Ragam hias utama yang digunakan adalah pohon bambu, matahari, burung jalak lawu, gunung lawu dan pohon bambu kecil. Ragam hias pelengkap yang digunakan pada perkembangan batik adalah rumput atau ilalang, pohon suluran, batu, jalak lawu, aneka anggrek dan sepatu. Isen-isen yang digunakan pada perkembangan ragam hias batik adalah  sawut, cecek krembyang, sisik, galaran, cecek gabahan, kembang jeruk dan ukel.

Warna yang digunakan untuk dasaran banyak menggunakan warna gelap pada awalnyayang berkembang menjadi variasi. Untuk motifnya warna biasa dipadu padankan dengan warna-warna kontras yang sesuai dengan dasarannya.

Motif Batik Pring Sedapur

Batik yang diproduksi di Dusun  Papringan, Desa Sidomukti, Plaosan, Magetan ini. Bukan kebetulan dinamai Pring Sedapur. Pring, yang dalam Bahasa Indonesia berarti bambu, dan sedapur yang berart serumpun.

Pring sedapur yang berarti serumpun pohon bambu, diibaratkan kekuatan. Bambu biasa hidup secara bergerombol, membentuk suatu kekuatan. Jika bersatu akan kuat, namun jika diurai, akan menjadi sebuah tali yang sangat erat” Begitu penjelasan dari seorang pemuka di Desa Sidomukti.

Pekembangan Batik Motif Pring Sedapur

Batik Pring Sedapur sebenarnya sudah mulai diproduksi sejak tahun 1970an, dan menjadi salah satu ciri khas Kota Magetan. Kini, dengan diakuinya  sebagai ikon daerah, seolah semakin mengukuhkan Magetan sebagai salah satu destinasi wisata yang layak untuk dikunjungi masyarakat luas. Tidak hanya terbatas bagi masyarakat lokal. Apalagi, keberadaan Telaga Sarangan juga semakin diperhitungkan sebagai salah satu tujuan wisata alam.

Sejarah

Sejarah Batik Pring Sedapur dimulai dari masa awal perkembangan Islam. Setelah pecah perang, banyak prajurit Mataram lari ke daerah timur Gunung Lawu untuk mencari tempat yang aman, di antaranya di Desa Sidomukti dan sekitarnya. Di tempat itu mereka mengenalkan budaya batik kepada masyarakat sekitar Desa Sidomukti.

Source Batik Pring Sedapur Batikku
Comments
Loading...