Motif Batik Pisan Bali

0 1.265

Industri batik Bali dimulai sekitar tahun 1970 yang dipelopori antara lain oleh Pande Ketut Krisna yang berasal dari Banjar Tegeha, Desa Batubulan, Sukawati Gianyar, Bali. Pada awalnya, Ketut Krisna masih menggunakan teknik batik cap dengan bantuan alat tenun yang manual atau biasa disebut dengan Alat Tenun Bukan Mesin.

Masyarakat Bali sendiri sebenarnya menggunakan kain batik dalam berbagai aktivitas yang erat kaitannya dengan upacara adat ataupun ritual keagamaan yaitu kain batik yang diikatkan pada bagian pinggang juga dijadikan sebagai ikat kepala atau dalam bahasa bali diistilahkan dengan udeng.

Seiring perkembangannya batik Bali tidak hanya menjelma sebagai ikat untuk kepala saja, namun sudah menjadi souvenir atau barang koleksi yang bisa dimiliki oleh siapa saja. Motif batik bali sangat beragam dan memiliki kreativitas yang unggul manjadikan wisatawan ingin mengoleksi batik tersebut. Hal ini dibuktikan dengan respon pasar yang sangat luar biasa serta makin terkenalnya batik Bali. Batik Bali terus berkembang dengan menambah motif-motif baru yang cenderung abstrak seperti motif awan dan relief candi wayang beber.

Bagi para pecinta batik, ini adalah suatu produk baru yang sangat patut untuk dikoleksi dan dikabarkan kepada para masyarakat luas agar batik Bali lebih berkembang dan menjadi salah satu oleh-oleh wajib saat berkunjung ke Bali.

Makna Batik Pisan Bali

Motif ini ada yang menyebut sebagai pisang Bali, yang menggambarkan pisang Bali yang telah distilasi. Ada juga yang menyebut sebagai Pisan Bali yang berarti kembali lagi. Batik ini biasa diberikan seorang kekasih pada kekasihnya yang akan berpergian jauh dengan maksud agar sang kekasih kembali lagi. Batik ini melambangkan harapan, doa, dan keselamatan. Tetapi beberapa literatur lama menyebut motif ini sebagai motif Pisan Bali. Motif Pisan Bali berasal dari pahatan batu-batu di candi-candi Jawa pada abad ke 9.

Source Batik Pisan Bali Batik Bali
Comments
Loading...