Motif Pamaranggen Khas Banten

0 456

Batik Banten berawal dari tahun 2002, saat adanya pengkajian motif berdasarkan sejarah oleh Bappeda Pemerintah Banten, tokoh masyarakat dan arkeolog Universitas Indonesia. Pengkajian motif itu berasal dari hasil penggalian Pusat Penelitian Arkeologi Universitas Indonesia tahun 1976, yang menggungkap sumber daya arkeologi pada artefak.

Tujuannya adalah menemukan jati diri adanya ornamen atau ragam hias daerah yang dapat digunakan untuk gedung-gedung negara, rumah adat Banten dan anjungan provinsi Banten di Taman Mini. Dengan kajian tersebut, terdapat kesulitan yang dialami, yaitu dengan banyak rupa sejarah dan budaya yang dimiliki Banten, bahkan bisa disebut yang terbanyak di Indonesia.

Ditemukan 75 ragam hias yang berasal dari daerah Banten lama itu. Motif Pamaranggen salah satu motif batik yang sudah dipatenkan oleh UNESCO.

Motif Pamaranggen

Motif dasar belah ketupat dengan bunga yang berada di tengah-tengahnya, memiliki variasi motif semacam sayap kupu-kupu. Variasi garis-garis spiral dan booh dari motif dasar berbentuk spiral. Berwarna merah pada dasar motifnya, coklat muda pada motif sayap kupu-kupunya, dan hitam pada boohnya. Nama Pamaranggen diambil dari nama pemukiman masyarakat Banten yang berprofesi sebagai pembuat keris.

Penggunaan batik Banten sekarang ini sudah mulai digunakan oleh masyarakat, terutama penggunaan di kota Serang. Beberapa sekolah sekarang ini sudah menggunakan batik banten untuk seragam sekolah. Ragam hias bangunan artefak Banten Lama yang dijadikan motif batik tersebut kini juga kembali digunakan dalam ragam hias bangunan Masjid Agung di Kawasan Pusat Pemerintahan Propinsi Banten.

 

Source Motif Pamaranggen Pamaranggen Batik Banten
Comments
Loading...