Motif Kembang Mayang, Filosofi Kebersamaan

0 18

Motif Kembang Mayang, Filosofi Kebersamaan

Budi Darmawan selaku penggagas Kampung Batik Kembang Mayang berharap, keberadaan ibu-ibu pembatik yang sudah ada sekarang ini harus terus menularkan dan mengajarkan ilmu membatiknya kepada lebih banyak lagi orang-orang di sekitar lingkungan. “Nantinya, harapan menjadikan Kelurahan Larangan Selatan sebagai sentra batik di Kota Tangerang dapat terwujud dengan lancar, apabila muncul kluster demi kluster pembatik di berbagai lokasi. Semua berawal dari Kampung Batik Kembang Mayang, kemudian meneruskan untuk menciptakan kluster baru, dan begitu seterusnya,” ujar sosok yang juga berada dibalik suksesnya penyelenggaraan Jakarta Batik Carnival di Rumah Batik Palbatu ini.

Terhadap motif khas Rumah Batik Kembang Mayang, praktisi MICE ini berharap, setelah proses pembelajaran batik berlangsung lancar dan menyenangkan, barulah kemudian coba diingatkan untuk membuat motif khas tersendiri.

“Motif yang sedang dipikirkan ibu-ibu pembatik dan juga kami di sini adalah motif ‘Kembang Mayang’. Namanya memang mirip dengan Kembar Mayang, salah satu asesori penting yang biasanya untuk hiasan suasana pelaminan ketika resepsi pernikahan. Gambarnya nanti dibuat seperti asesori Kembar Mayang, dan punya filosofi bahwa motif Kembang Mayang mencerminkan keindahan apabila seluruhnya bersatu padu. Maknanya, seluruh warga dalam hal ini, kelak adanya kluster-kluster pembatik yang semakin banyak jumlahnya, apabila bersatu padu maka akan menampilkan keindahan, kecantikan, kesejahteraan dan sebagainya,” tutur Budi Darmawan.

Source https://www.kompasiana.com/ https://www.kompasiana.com/gapey-sandy/59d23cfc677ffb2db3124972/lahirlah-kampung-batik-kembang-mayang?page=all
Comments
Loading...