Motif Datulaya Khas Banten

0 776

Tahun 2003 batik Banten sudah dipatenkan dan telah mengalami proses panjang hingga akhirnya diakui di seluruh dunia. Batik Banten memiliki 75 motif, 12 motif pertama yang sudah dipatenkan. Banten merupakan provinsi pertama kali mematenkan batik, dengan tujuan agar kekayaan budaya indonesia di Banten ini tidak mudah dicuri. Batik Banten  dipatenkan setelah ada kajian di Malaysia dan Singapura yang diikuti 62 Negara di dunia. Batik Banten menjadi yang pertama mempunyai hak paten di UNESCO. Saat ini sudah ada 54  motif yang telah terdaftar dan telah mendapatkan  legitimasi dari lembaga hak intelektual tertinggi di Indonesia. Design  yang unik dan indah tersebut katanya bersumber dari  benda – benda kuno dari kesultanan Banten.

Usaha pelestarian batik Banten dapat dilakukan oleh masyarakat dan instansi pemerintah daerah Banten dengan mewajibkan seluruh staffnya memakai pakaian bermotif batik Banten setiap hari tertentu. Pada akhirnya  usaha pelestarian batik banten  merupakan tugas wajib semua pihak agar pada masa mendatang batik Banten bukan hanya bagian dari sejarah warisan budaya, namun menjadi warisan budaya yang mengakar serta berkembang sepanjang zaman. Motif Datulaya juga termasuk kedalam 12 motif batik yang sudah dipatenkan.

Motif Datulaya

Motif dasar belah ketupat berbentuk bunga dan lingkaran dalam pigura sulur-sulur daun. Pada booh motif dasarnya berupa topeng manusia yang sudah disetelir.

Warna biru digunakan pada motif dasarnya, pada pigura sulur-sulur daun berwarna abu-abu, dasar kain berwarna kuning dan pada booh berwarna biru. Nama Datu Laya diambildari nama tempat tinggal pangeran yang berasal dari kata Datu = pangeran dan Laya = residen.

Source Motif Datulaya Khas Banten Datulaya Batik Banten
Comments
Loading...