Motif Batik Sekar Jagad Carica

0 245

Motif Batik Sekar Jagad Carica

Batik Sekar Jagad adalah batik dengan motif bunga-bunga dan di dalamnya memang banyak jenis bunga yang dijadikan motif untuk mengisi. Batik Sekar Jagad berasal dari Solo dan merupakan batik klasik yang biasa digunakan dalam acara pertunangan. Carica lestari juga menciptakan Batik Sekar Jagad Carica. Di dalam batik tersebut terdapat motif-motif dari Carica Lestari, memang tidak semua motif masuk tetapi hanya sebagian motif yang merupakan motif pokok. Berikut motif yang ada di dalam Motif Batik Sekar Jagad Carica :

Motif Carica

Motif Carica pada Batik Sekar Jagad Carica merupakan pengembangan bentuk motif carica. Ada perubahan pada bentuk tangkai, bentuk daun dan ukuran motif. Bentuk daun pada bentuk dasar motif carica adalah daun carica yang bentuknya seperti daun pepaya dengan enam tulang daun, sedangkan pada Sekar Jagad Carica daun carica hanya lima tulang daun. Tangkai dibuat bergelombang dan berkesan seperti mempunyai ruangan di dalam tangkainya. Biasanya motif carica menghadap ke atas (vertikal) tetapi dalam sekar jagad dibuat berbeda. Daun menghadap ke bawah (terbalik) sedangkan batang daunnya ke atas. Hal ini adalah supaya untuk memperoleh keharmonisan ketika motif diterapkan pada bidang belah ketupat. Ukuran motif carica dengan panjang 7 cm dan tinggi 7 cm, panjang tangkai 5 cm.

Motif Buah

Motif buah berasal dari bentuk naturalis buah carica. Bentuk motif buah ada perubahan dibandingkan motif dasar. proporsi dibuat lebih kecil yaitu menyesuaikan dengan proporsi bidang pada pola. Ukuran motif buah dengan panjang 3 cm, tinggi 1,5 cm dan panjang tangkai 0,5 cm. Pada pola terdapat empat motif buah yang disusun memusat melingkar mengisi bidang belah ketupat.

 

 

Motif Cabe

Cabai merupakan salah satu hasil pertanian yang terdapat di Wonosobo. Diciptakannya motif cabe merupakan bentuk dari cabai karena bentuknya yang menarik. Bentuk motifnya naturalis seperti bentuk cabai. Penyusunan motif cabe adalah gradasi ukuran, motifnya ukuran besar, sedang dan kecil. Ukuran besar dengan panjang 5 cm, tinggi 2 cm dan tangkai 0,3 cm, ukuran sedang dengan ukuran panjang 4 cm, tinggi 1,5 cm dan tangkai 0,3 cm, ukuran terkecil dengan panjang 3 cm, tinggi 1,5 cm dan tangkai 0,3 cm.

 

Motif Jamur

Bentuk motif jamur diciptakan dengan dasar ide bentuk jamur tiram. Bentuk motif jamur pada Sekar Jagad Carica merupakan naturalis dengan bentuk motif yang diciptakan Carica Lestari bentuknya lingkaran dan di dalam lingkaran tersebut terdapat lingkaran lagi dan ukurannya lebih kecil. Lingkaran dalamnya diletakkan pada sisi pojok, kemudiam diberi tambahan elemen garis seperti bentuk antena pada hewan siput. Ukuran motif jamur adalah lingkaran dengan diameter 1 cm sedangkan panjang elemen garis pendukungnya adalah 0,5 cm.

Motif Rejeng

Motif Rejeng merupakan bentuk dari Motif Parang. Masyarakat Wonosobo umumnya menyebutkan parang dengan kata rejeng. Motif parang merupakan motif yang dahulu sangat sakral dan ada pada lingkungan Kerajaan Keraton. Bahkan tidak sembarangan orang boleh mengenakan motif parang. Namun sekarang ini motif parang sudah tersebar luas pada semua kalangan masyarakat. Motif parang disusun dalam deretan arah garis diagonal. Motif Parang pada Sekar Jagad Carica bentuknya juga merupakan garis digonal dan di dalamnya tidak ada penambahan isen-isen, kemudian diberi nama motif rejeng. Ukuran motif parang, panjang 7 cm dan tinggi 7 cm.

Motif Daun Teh

Wonosobo merupakan kota yang berhawa dingin, salah satu obyek wisata yang ada adalah agrowisata. Tanaman teh merupakan tanaman yang memberi identitas bahwa Wonosobo adalah pegunungan. Motif daun teh ide dasarnya dari bentuk daun teh. Bentuk motifnya naturalis tetapi tersusun rapi dari empat bentuk daun yang disusun melingkar dan diberi kontur kemudian diberi lapisan bentuk daun lagi tetapi tidak di kontur. Pada bagian tengah diberi penambahan bentuk lingkaran dan kemudian diisi bentuk bunga tanaman teh. Ukuran motif daun teh dengan ukuran 7 cm x 7 cm.

Motif Kawung

Motif Kawung merupakan motif klasik yang sudah ada sejak jaman Kerajaan Keraton. Kawung adalah nama lain dari kolang-kaling atau buah aren. Hampir semua masyarakat mengenal dan paham dengan bentuk motif tersebut. Motif kawung ini sudah merakyat dan dikenal semua orang. Bentuk motifnya adalah oval yang kemudian dikomposisikan melingkar. Motif ini termasuk motif bentuk geometris. Di Carica Lestari menggunakan motif kawung untuk Batik Sekar Jagad tetapi ada sedikit perubahan yaitu pada garis diganti menjadi tekstur garis gelombang. Kalau dilihat mengesankan tekstur kasar. Ukuran motif kawung dengan panjang 3 cm dan tinggi 3 cm.

Motif Truntum

Motif Truntum merupakan motif klasik, Dalam pemakaian motif ini melambangkan orang tua yang menuntun anaknya dalam upacara pernikahan. Bentuk motif kecil dan memusat. Pada Batik Sekar Jagad Carica bentuk motif tersusun dari bidang lingkaran dan bentuk lonjong seperti bentuk tetesan air. Ukuran motif dengan panjang 5 cm dan tinggi 5 cm.

Source http://eprints.uny.ac.id/27571/1/Anita%20Hidayati%2C%2009207241012.pdf
Comments
Loading...