Motif Batik Rujak Senthe, Udan Liris Versi Jogjakarta yang Begitu Unik

0 111

Motif Batik Rujak Senthe, Udan Liris Versi Jogjakarta yang Begitu Unik

Sebagai salah satu penerus tahta budaya Kerajaan Mataram, Jogjakarta masih menyimpan kekayaan budaya batik yang mungkin belum sepenuhnya kita mengetahuinya. Batik-batik dengan karakter pedalaman yang sarat akan filosofi dan makna-makna kehidupan manusia. Salah satunya adalah Motif Batik Rujak Senthe, yang memiliki karakter yang mirip dengan Motif Batik Udan Liris.

Sejak terjadi perseteuan kekuasaan antara bangsawan di lingkungan kerajaan Mataram, atas Perjanjian Giyanti maka Mataram dibagi menjadi Keraton Surakata dan Keraton Jogjakarta.dan Sultan Hamengku Buwono meminta semua karya batik yang ada di Keraton Surakarta dipindah ke Jogjakarta.

Sehinga sejak itu muncul para pengrajin batik tulis yang berkembang di Jogjakarta untuk memenuhi kebutuhan lingkungan Keraton Jogjakarta. Tradisi yang sudah turun temurun tersebut mulai menghasilkan motif batik-batik berkualitas seperti Motif Parang, Motif Semenan, dan salah satu yang menarik adalah motif Rujak Senthe.

Meskipun tidak terkenal seperti motif Parang, namun dari motifnya memiliki keunikan tersendiri. banjaran motif lereng yang mewakili 7-10 motif berbeda dan berulang ditanamkan dalam motif Rujak Senthe ini. Motif-motif gagrak Jogjakarta sebagian besar sama dengan motif gagrak Surakarta, karena tradisi Mataram yang masih begitu kuat.

Perbedaannya hanya mengenai warna-warna motif yang ditanamkan ke dalam batik-batik tersebut. Jika warna latar pada batik Motif Udan Liris menggunakan latar berwarna putih, maka Motif Rujak Senthe menggunakan warna hitam sebagai latarnya.

Garis-garis diagonal yang memenuhi kain memberikan sentuhan yang berbeda, dan memberikan kesan yang elegan pada pemakainya. Ditambah lagi, karakter motif yang melereng memberikan kesan yang kuat akan kemuliaan para pemakainya.

Motif ini biasanya terdirri dari 7 motif batik yang berbeda dalam setiap garis diagonalnya, diantaranya : lidah api, setengah kawung, banji sawit, mlinjon, tritis, ada-ada, dan watu walang.

Mengusung filosofi yang dalam ketika nama rujak senthe diusung menjadi nama dai motif batik ini, rujak sendiri adalah campuran berbagai macam buah-buahan yang dicampur dengan sambal gula jawa, sedangkan senthe sendiri berarti nama tanaman berdaun lebar yang banyak tumbuh di seluruh daerah Indonesia.

Yang berarti dalam kehidupan manusia akan banyak cobaan dan rintangan yang menghadang diibaratkan dengan 7 motif yang berbeda di setap lerengnya. Dan sebagai manusia kita hanya perlu menjalani segala cobaan tersebut dengan hati yang legowo, dengan lapang untuk menyelesaikannya. Untuk itu motif ini juga bisa memberikan perasaan senang kepada pemakainya.

Source http://indonesianbatik.id http://indonesianbatik.id/2019/01/03/motif-batik-rujak-senthe-udan-liris-versi-jogjakarta-yang-begitu-unik/
Comments
Loading...