Motif Batik Rejeng Carica

0 263

Motif Batik Rejeng Carica

Rejeng adalah bahasa Jawa dari Parang dan masyarakat Wonosobo lebih mengenal kata “rejeng”. Pada Batik Rejeng Carica terdapat motif parang dan motif carica sehingga diberi nama Batik Rejeng Carica. Adapun motif batik yang terdapat dalam Batik Rejeng Carica :

Motif Carica

Motif Carica merupakan motif utama penyusunan pola Batik Rejeng Carica. Motif carica mengalami perubahan pada jumlah tulang daun yang biasanya enam diganti menjadi lima tulang daun. Tangkai juga mengalami perubahan, ukurannya diperpanjang dan ujungnya cekung, garis tangkai dibuat kesan terlihat ada ruang di dalamnya. Ukuran motif carica dengan panjang 4,5 cm, tinggi 4,5 cm dan tangkai 5 cm. Untul lebih jelasnya lihat gambar di bawah ini.

Motif Rejeng

Motif Rejeng bentuk pokoknya sama seperti motif parang tidak ada perubahan yang terlalu menonjol. Motif tersusun dari unsur garis yang teratur dan arahnya diagonal, secara keseluruhan bentuk motifnya geometris. Diantara deretan motif parang di bagian tengah biasanya ditambah bentuk belah ketupat kecil, tapi pada Rejeng Carica bagian tengah tersebut dikosongi. Ukuran rejeng dengan panjang 18 cm dan tinggi 4,5 cm.

Motif Purwaceng

Motif Purwaceng merupakan salah satu andalan kedua setelah motif carica. Bentuk motif ini dari bentuk daun tanaman purwaceng. Tanaman ini merupakan salah satu tanaman obat yang tidak tumbuh di sembarang tempat. Motif purwaceng yang diterapkan pada Batik Rejeng carica, bentuk motifnya memanjang, sehingga daun terlihat lonjong. Garis yang membentuk daun merupakan garis gelombang yang gelombangnya rapat-rapat. Untuk menambah kesan nyata seperti daun purwaceng maka didalam bentuk daun diberi tambahan elemen garis yang dimaksudkan sebagai serat-serat daun. Dengan penambahan tersebut menjadikan motif purwaceng memiliki kesatuan. Ukuran motif purwaceng panjangnya 1,5 cm dan tinggi 1 cm.

Ukel

Ukel merupakan motif tambahan dalam Batik Rejeng Carica. Motif ini berupa unsur garis yang terdiri dari tiga garis. Bentuknya berupa garis lengkung. Proporsi ukurannya ada dua macam ukuran yaitu dengan panjang 5,5 cm dan 4,5 cm. Arah penyusunannya vertical, pada garis lengkung yang berada di tengah adalah ukel yang paling panjang yaitu ukuran panjangnya 5,5 cm dan kedua ujung dibuat melingkar. Dua garis dengan panjang 4 cm hanya terdapat garis melingkar pada satu ujungnya. Satu garis melingkarnya di ujung bagian atas dan satu garis melingkarnya di ujung bawah.

Source http://eprints.uny.ac.id/27571/1/Anita%20Hidayati%2C%2009207241012.pdf
Comments
Loading...