Motif Batik Parang, Motif Yang Sakral

0 20

Motif Batik Parang, Motif Yang Sakral

Hari ini Indonesia memperingati hari batik nasional. Kain bermotif yang jadi kebanggaan nusantara itu telah ditetapkan sebagai Warisan Kemanusiaan untuk Budaya Lisan dan Nonbendawi (Masterpieces of the Oral and Intangible Heritage of Humanity) oleh UNESCO sejak 2 Oktober 2009 lalu.

Sekarang ini batik sudah menjadi bagian dari busana nasional. Setiap orang bisa mengenakan batik untuk segala kesempatan. Tetapi di masa lalu batik dianggap sebagai warisan budaya yang cukup sakral. Teknik pembuatan batik diwariskan secara turun-temurun.

Begitu juga dengan motif batik yang dianggap mewakili status sosial pemakainya. Ada batik sudagar yang dibuat oleh masyarakat kelas pedagang, batik petani yang dibuat dan dikenakan oleh kaum petani, serta batik keraton yang khusus dibuat untuk keluarga kerajaan. Di antara semua jenis batik khas Jawa yang kini populer di dunia mode, bisa dikatakan batik keraton adalah yang paling istimewa. Meskipun sekarang bebas dikenakan oleh siapa saja, dulu motif batik keraton terlarang digunakan rakyat jelata.

Ada beberapa motif batik keraton yang hanya boleh dikenakan oleh anggota keluarga kerajaan, antara lain parang, udan liris, dan semen agung. Waktu penggunaannya pun tak bisa sembarangan. Parang Slobog misalnya, dikenakan saat upacara pelantikan bagi pemimpin baru.

Motif parang memiliki makna filosofis tersendiri. Konon motif ini diciptakan oleh Panembahan Senopati saat bertapa di tepi pantai selatan. Panembahan terinspirasi ketika memandang ombak yang tak putus-putusnya menggulung dan menghantam karang.

Karena itulah, motif parang yang tampak seperti ombak itu dianggap mewakili semangat yang tidak pernah padam, seperti ombak yang mengikis batu karang dengan hantamannya secara perlahan-lahan. Batik parang menunjukkan cara mengasah jiwa secara perlahan.

Source https://www.merdeka.com/ https://www.merdeka.com/gaya/batik-parang-motif-sakral-yang-sempat-terlarang-bagi-rakyat-jelata.html
Comments
Loading...