Motif Batik Parang Barong, Kekuatan Sesungguhnya Pakem Batik Tulis Pedalaman

0 85

Motif Batik Parang Barong, Kekuatan Sesungguhnya Pakem Batik Tulis Pedalaman

Setiap batik memiliki kekuatan untuk menyampaikan apa yang menjadi arti serta filosofi dalam setiap motifnya. Dan yang membuat batik semakin lengkap adalah pesan moral yang ditanamkan sejak pada mula motif batik tesebut dibuat. Banyak motif yang memliki karakter kuat, salah satunya adalah motif Parang Barong, yang menjadi kekuatan sesungguhnya pakem batik tulis pedalaman.

Motif Parang adalah salah satu diantara ribuan motif batik yang erat hubungannya dengan karakter dan pakem batik pedalaman. Motif ini memiliki berbagai variasi, Parang Klithik, Parang Kesit, Parang Rusak, Parang Plompong, dan juga motif Parang Barong.

Dari berbagai motif parang, hal yang paling mudah untuk membedakan adalah ukuran dari motif geometrisnya. Karena dari setiap motif parang memiliki ukuran dan pakem yang berbeda dalam pembuatannya.

Dan dari berbagai ukuran tersebut, motif Parang Barong adalah yang memiliki pola geometris paling besar diantara saudara-saudaranya. Sehingga, terliht ada kekuatan besa yang tersembunyi dalam motif batik tersebut.

Dilihat dari namanya saja sudah ‘sangar’ kalau kita bisa katakan, ‘barong’ sebagai simbol kekuatan, ditambah nama besar ‘parang’ yang melengkapi gabungan dua kekuatan besar yang benjadi satu. Oleh karena itu, motif ini memiliki pola yang besar dengan warna dominan putih dan hitam, khas warna batik-batik pedalaman Jogjakarta.

Selain itu dominasi warna putih memberikan kesan hati yang bersih dan bijaksana, sesuai dengan sifat dan sikap masyarakat pedalaman yang mampu menjunjung tinggi rasa saling menghargai dan menghormati sesama manusia dengan tanpa memandang derajat dan status seseorang.

Motif parang terdiri dari pola geometris yang melereng dengan pengulangan yang rapi dan teratur, yang diseling dengan warna-warna pedalaman sesuai dengan motifnya.

Segi bentuk ditemukan persamaan struktur yang meliputi motif-motif penyusunan serta warna yang digunakan. Bentuk motif penyusun atau isen-isen yang terdapat pada kedua gaya tersebut adalah adanya mata garèng atau bokongan, lidah api atau uceng, tuding, badan burung, dan sayap burung. Semua motif isen-isen tersebut membentuk satu motif utuh yang bernama Barong atau deformasi dari burung besar. Motif utama lainnya adalah mlinjon dan ombak yang memisahkan deret Barong satu dengan yang lain.

Aspek persamaan dari segi fungsi adalah adanya aturan yang pernah dan masih diberlakukan dalam keraton yang menyebutkan bahwa motif batik Parang Rusak Barong di Yogyakarta dan Surakarta hanya digunakan khusus oleh raja dan putra mahkotanya. Fungsi lainnya adalah sebagai sarana legitimasi dan penanda kedudukan raja untuk menunjukkan sebuah eksistensi.

Pengartian makna yang terkandung dalam motif batik Parang Rusak Barong di dalam keraton adalah sebuah ajaran filosofi yang disampaikan oleh Sultan Agung. Ajaran tersebut adalah ungkapan bahwa manusia adalah makhluk Tuhan yang kehidupannya telah diatur dari hidup sampai mati oleh Tuhan sendiri. Komunitas pembatik yang paham akan ajaran filosofis juga memiliki pengertian sama dengan kerabat keraton.

Motif Parang Barong mengisi kekuatan besar yang ada di Jawa untuk disampaikan kepada dunia, bahwa sebagai masyarakat yang berbudaya, Indonesia masih mempunyai kekuatan besar yang mampu mengalahkan negara-negara kuat, yaitu rasa persatuan dan kesatuan dalam keanekaragaman.

Source http://indonesianbatik.id http://indonesianbatik.id/2019/01/29/motif-batik-parang-barong-kekuatan-sesungguhnya-pakem-batik-tulis-pedalaman/
Comments
Loading...