Motif Batik Khas Sleman yang Masih Sulit Dipasarkan

0 194

Motif Batik Sleman

Sejak dicanangkan dua tahun lalu motif batik Sinom Parijoto khas Sleman para pengrajin batik sinom parijoto masih kesulitan memasarkan hasil produksinya. Setidaknya, hal ini dialami oleh salah satu pengrajin batik sinom parijoto, Muhamamad Machrus, di Dusun Susukan, Margokaton, Seyegan, Sleman.

Dibantu satu orang tenaga kerja, Machrus bersama istrinya, sejak tahun 2010 lalu menekuni bidang kerajinan kain batik dengan motif khas sinom parijoto, baik cap maupun tulis dengan pewarna alami dan sintetis. Motif batik sinom parijoto yang dicanangkan sebagai motif khas batik asal Kabupaten Sleman sejak 2014 itu, pada awalnya memberinya harapan akan mampu meningkatkan penjualan batiknya.
Machrus mengaku selama ini pemasaran batik sinom parijoto masih belum sesuai harapan. Bahkan, karena kurangnya pemasaran, Machrus hanya memproduksi batik sinom parijoto dengan berbagai variasinya berdasar pesanan saja. Pemerintah Kabupaten Sleman sudah sangat membantu dengan mengimbau seluruh pegawai di instansi pemerintahan untuk mengenakan batik sinom parijoto, sehingga batik sinom parijoto bisa menjadi laku. Namun, dorongan pemerintah setempat itu tentu saja tidak selamanya bisa mendongkrak penjualan batik. Karenanya, Machrus berharap ada upaya lain yang bisa dilakukan agar motif batik sinom parijoto bisa menembus pasar di luar daerah.
Berbagai upaya guna meningkatkan penjualan sudah dilakukan Machrus, antara lain dengan menawarkannya melalui online. Namun, hingga saat ini belum membuahkan hasil. Sementara itu, Machrus juga telah mencoba mengkreasikan motif sinom parijoto dengan motif khas Sleman lainnya seperti motif semarak salak yang berupa gambar daun dan buah salak namun kecil, motif salak dengan gambar salak besar, motif gajah, dan bahkan mengkombinasikannya dengan motif klasik seperti parang, anggrek dan sebagainya.
Batik buatan Machrus menggunakan bahan kain katun yang memiliki kelebihan pada serat yang memungkinkan bahan pewarna bisa maksimal dan halus. Untuk batik cap ukuran 2 x 1,15 meter dengan satu warna, Machrus menjualnya seharga Rp. 100.000. Sedangkan, untuk batik tulis bisa lebih mahal, sekitar Rp. 300-500.000 perlembarnya.
Sementara itu, terkait motif batik sinom parijoto, Machrus menjelaskan, motif tersebut mulai ada sejak tahun 2013, ketika Pemerintah Kabupaten Sleman mengadakan lomba motif batik. Parijoto yang merupakan jenis tumbuhan yang hanya ada di lereng Gunung Merapi itu, dijadikan motif dan memenangkan lomba desain motif batik khas Sleman tersebut. Namun dalam perjalanannya, motif parijoto juga diklaim sebagai motif batik khas Kudus, Jawa Tengah, sehingga motif batik parijoto di Sleman kemudian diberi tambahan nama sinom, sehingga menjadi sinom parijoto.
Source Motif Batik Khas Sleman yang Masih Sulit Dipasarkan Batik Sleman
Comments
Loading...