Motif Batik Ini Dari Daun Aren

0 75

Motif Batik Ini Dari Daun Aren

Banyuwangi termasuk dalam deretan kota yang menjadi salah satu sentral kerajinanan Batik terbesar di Indonesia. Setidaknya terdapat 22 motif batik yang tercatat di museum kota yang berjuluk Sunrise of Java itu.

Motif-motif itu antara lain motif Gajah Oling, Sisikan, Paras Gempal, Jenon, Pecah Kopi, Blarak Sempleh, Sembrung Cacing, Kopi Pecah Modern, Kangkung Setingkes, Sekar Jagad Blambangan, dan masih banyak lagi. Di antara motif-motif tersebut, Gajah Oling merupakan motif batik yang tertua.

Seiring dengan perkembangan waktu, terdapat beberapa desa di Banyuwangi yang ikut memperkaya keragaman motif batik Banyuwangi. Desa Banjar, Kecamatan Licin salah satunya. Desa yang merupakan pemilik rumah batik Banjarwangi itu telah menciptakan motif baru yang mulai dikenal secara luas, yaitu motif daun aren.

Pemilihan motif itu dilatarbelakangi limpahan pohon aren yang tersebar di setiap dusun dari desa yang bertajuk sweat village itu. Kandungan filosofi yang terdapat pada pohon aren turut menjadi pertimbangan dalam pemilihan motif batik Banjarwangi.

Sebagaimana telah diketahui bahwa pohon yang juga dikenal dengan sebutan pohon enau itu memiliki sejuta manfaat dalam setiap bagiannya. Dulu daun mudanya digunakan sebagai linting rokok. Daunnya digunakan sebagai atap rumah, ijuknya bisa digunakan sebagai sapu, dan di beberapa tempat juga digunakan sebagai atap tempat peribadatan.

Buah aren bisa dimanfaatkan sebagai bahan makanan. Niranya dapat diproses menjadi gula sedangkan batang pohonnya dapat diproses untuk dijadikan sagu atau tepung.

Industri batik Banjarwangi didirikan Syamsuddin, pada 2014. Dalam menjalankan industri rumahannya, lelaki yang mengawali usahanya karena tuntutan ekonomi itu dibantu sedikitnya 10 orang.

“Saya mendirikan sentral batik ini atas dasar keresahan terhadap kondisi ekonomi keluarga, lalu berusaha berpikir keras dan terus mencoba mencari peluang yang ada. Alhamdulillah berdirilah rumah batik ini. Hingga detik ini saya terus bersyukur sebab dengan adanya rumah batik ini setidaknya dapat membantu perekonomian masyarakat yang ada di lingkungan saya,” ujar Syamsuddin.

Syamsuddin memasarkannya ke beberapa daerah yang ada di Kabupaten Banyuwangi dan beberapa daerah lain di Indonesia. Kemajuan teknologi di era globalisasi juga dimanfaatkannya untuk memasarkan produknya secara online.

Source http://surabaya.tribunnews.com http://surabaya.tribunnews.com/2018/08/22/motif-batik-ini-dari-daun-aren
Comments
Loading...