Modrotlac, Batik Ala Slovakia

0 22

Modrotlac, Batik Ala Slovakia

Di salah satu sudut Jalan Slamet Riyadi, Minggu (30/9), Lenka Adamcakova, sibuk melayani permintaan swafoto dari para pengunjung car free day (CFD). Sembari mengulas senyum di depan lensa kamera, gadis asal Slovakia ini memegang kertas bergambar berbagai motif serupa daun dan pohon.

”Ini adalah motif modrotlac. Di Slovakia motif ini biasa digunakan untuk pakaian dan aksesoris lain, sama seperti batik di Indonesia,” tutur Lenka, seraya menunjukkan gambar yang digenggamnya.

Bersama rekannya, Bibiana Pufflerova, mahasiswi yang tengah menimba ilmu di Program Studi Batik Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta ini sengaja memajang beberapa contoh motif Modrotlac agar terlihat oleh pengunjung CFD.

”Kami ingin mengenalkan modrotlac kepada masyarakat. Jadi kalau Indonesia punya batik, kami memiliki modrotlac.” Layaknya batik, modrotlac yang berkembang sejak abad ke-17 itu juga memiliki teknik pembuatan khusus.

”Mungkin mirip dengan pembuatan batik cap di Indonesia. Tapi beberapa motif menggunakan teknik tambahan berupa bordir. Biasanya warna yang dipakai cenderung cerah, terutama biru indigo,” urai Lenka.

Uniknya, batik ala Slovakia itu memiliki ribuan motif meskipun kebanyakan terinsiprasi dari alam. Sebab setiap desa di negara Eropa Timur itu menggunakan modrotlac sebagai penanda identitas bagi pemakainya. ”Semakin tinggi derajat pemakainya, semakin banyak motif yang digunakan.

Motif paling sedikit biasanya dipakai oleh petani dan masyarakat biasa,” papar Lenka. Bibiana menambahkan, tidak ada nama khusus yang disematkan terhadap motif modrotlac.

”Biasanya nama yang digunakan adalah nama desa pembuatnya. Jadi beda desa, beda pula motifnya,” terang dia. Ya, bagi Lenka dan Bibiana, modrotlac merupakan salah satu kekayaan budaya yang membanggakan. Sama halnya dengan batik yang selalu dibanggakan Indonesia.

Hari Batik Nasional yang diperingati pada 2 Oktober pun menjadi momentum yang tepat bagi mereka, untuk mengenalkan motif batik yang berbeda dari biasanya. ”Batik memang sangat kaya dan eksplorable (bisa dieksplorasi).

Bisa menjadi bahan kreasi, sehingga memunculkan batik yang tidak itu-itu saja (biasa dikenal masyarakat). Kami pun mencoba mengeksplorasi batik jumputan, untuk ditampilkan dalam Jogja Fashion Week pada 6 Oktober,” terang pegiat Red Batik Solo Rey Tanjung, saat menampilkan sejumlah kreasi yang akan dibawa ke Jogja Fashion Week di CFD.

Source https://www.suaramerdeka.com https://www.suaramerdeka.com/smcetak/baca/129406/modrotlac-batik-ala-slovakia
Comments
Loading...