Miftahudin Nur Ihsan Kembangkan Motif Atom Thompson Kolaborasikan Batik dan Teori-Teori Kimia

0 70

Miftahudin Nur Ihsan Kembangkan Motif Atom Thompson Kolaborasikan Batik dan Teori-Teori Kimia

Lulusan jurusan pendidikan kimia, tapi bergerak dalam bidang usaha batik. Hal itu membuat Miftahudin Nur Ihsan mengolaboraikan keduanya. Yang terbaru Ihsan membuat motif batik sesuai dengan teori atom Thompson.

Teori kimia yang bagi sebagian kalangan dianggap rumit, di tangan orang kreatif bisa dijadikan model motif batik yang unik. Setelah sebelumnya berhasil membuat jumputan motif virus HIV dan Infuenza, kini Ihsan, sapaan Miftahudin Nur Ihsan, membuat jumputan batik motif Teori Atom Thompson.

Ide tersebut muncul karena latar belakang pendidikannya yang merupakan alumnus Pendidikan Kimia UNY 2016. Dia ingin berkarya dalam bidang kimia melalui karya seni.

“Saya adalah sarjana pendidikan kimia, saya ingin berkontribusi untuk kimia, salah satunya lewat karya seni,” tuturnya kemarin.

Jumputan batik tersebut memang terkesan simpel karena mengombinasikan motif jumputan cengkehan dengan teori atom Thompson yang digambarkan dengan bulatan yang diisi dengan tiga lambang proton (+) dan tiga lambang elektron (-).

Dalam teori JJ Thompson, atom bermuatan positif dengan adanya elektron bermuatan negatif di sekelilingnya dengan besar muatan yang sama (netral). Menurut Ihsan sudah ada batik kimia produksi chems batik, maupun gubuk batik gendhis.

“Kami mencoba melengkapi dengan kain jumputan dikombinasi batik,” ungkap pemenang Dekranas Kota Jogja Award 2016 itu.

Karyanya itu mengombinasikan teknik jumputan (ikat celup) dengan teknik batik cap coletan tangan.Teknik tersebut diklaimnya menjadi yang pertama di dunia.

“Sampai saat ini belum menemukan produk dengan mengombinasikan teknik jumputan dan batik colet. Saya baru menemukan jumputan yang dikombinasikan dengan batik, tanpa di colet,” terangnya.

Menurut dia, meski hanya terdapat perbedaan pada coletan, namun prosesnya jauh lebih banyak dan rumit.Kerumitan ini disebabkan penggunaan pewarna naphtol dan sol yang harus dipanaskan. Sementara malam yang leleh kalau dipanaskan masih harus di colet.

“Ya kira-kira sepuluh kali proses dari kain putih sampai selesai produk semacam ini, kalau jumputan biasa hanya sekitar lima proses,” ungkapnya.

Pemuda Pelopor Kota Jogja 2016 itu sudah mengenalkan batik motif atom Thompson itu kepada Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan Kemdikbud Sumarna Surapranata serta Asosiasi Guru Kimia Indonesia (AGKI) akhir Januari lalu di Jakarta.

Ihsan yang saat ini bergerak dengan brand Smart Batik Indonesia tersebut berharap dengan pengenalan produknya, ke depannya mampu memberikan kontribusi luar biasa bagi perkembangan pendidikan. Khususnya pada mata pelajaran kimia.

Saat ini, Ihsan sudah mulai menerima pesanan jumputan batik tersebut dari luar Jogja, seperti Jakarta, Medan, dan Riau.

Sementara itu, Ketua Umum AGKI Jaenudin menyatakan rasa bangganya karena bisa mengolaborasikan teori atom mejadi kerajinan khas Indonesia. “Saya berharap baik AGKI, maupun mas Ihsan dapat sama-sama berkembang untuk memajukan Indonesia,” ujar guru kimia di Jakarta tersebut.

Source https://radarjogja.co https://radarjogja.co/2017/02/09/miftahudin-nur-ihsan-kembangkan-motif-atom-thompson-kolaborasikan-batik-dan-teori-teori-kimia/
Comments
Loading...