Meringkas Teks Eksplanasi

Untuk meringkas sebuah teks eksplanasi, mula-mula kita harus pahami duiu benar-benar informasi dalam teks tersebut. Jadi, catatlah pokok-pokok penting dari informasi yang disajikan. Dengan adanya catatan, kita dapat mengingat seluruh hal penting dari informasi dalam teks.

Setelah- itu, tulislah seluruh informasi secara utuh. Sebaiknya, kita jangan menambah ataupun menguranginya. Kemukakanlah seluruh informasi sesuai apa adanya.

Perhatikan teks berikut.

Persediaan Darah Selalu Kurang

Biarpun kelihatannya orang berbondong-bondong datang ke PMI untuk mendonorkan darah, ternyata, persediaan darah di PMI selalu kurang. Betapa tidak, dari seorang donor, hanya dihasilkan sebuah labu yang berisi 250 atau 300 ml darah. Adapun seorang pasien biasanya memerlukan darah tidak kurang dari 4 atau 5 labu, berarti sekitar 1.000 hingga 1.500 ml.

“Kebutuhan darah sesuai permintaan dari rumah-rumah sakit biasanya antara 200 hingga 250 labu seharinya,” kata Pak Uus. Pasien-pasien yang membutuhkan darah memang biasanya adalah pasien yang kehilangan banyak darah karena kecelakaan, melahirkan, operasi, atau karena penyakit berat.

Apalagi jika di suatu daerah tengah terjadi bencana besar, diperlukan persediaan darah yang banyak. Seperti ketika tragedi bom di Bali. Seluruh cabang PMI di seluruh Indonesia terus bersiaga kalau-kalau diperlukan pengiriman darah ke sana.

Biarpun bisa disimpan lama, lemari pendingin penyimpan darah di PMI tak pernah penuh. Soalnya, lebih banyak orang yang memerlukan darah dibandingkan dengan yang menyumbang darah. Untuk mengambil satu labu darah, kita dikenakan biaya Rp55.000,00 hingga Rp65.000,00. Itu bukan berarti PMI menjual darah dari donor, tetapi untuk mengganti biaya pemeliharaan dan pengolahan darah.

Ya, orang yang memerlukan darah harus dipastikan menerima darah yang baik. Oleh sebab itu, darah dari donor harus diperiksa di laboratorium dengan teliti. Semua itu memerlukan biaya yang tidak sedikit.

Terkadang, ditemukan juga darah dari donor yang tak bisa dipakai. Biasanya, pihak PMI Bandung mengirimkannya ke Rumah Sakit Immanuel yang memiiiki alat pembakar atau pemusnah darah. Darah yang tak memenuhi persyaratan kesehatan tak bisa dibuang sembarangan saja ke got, misalnya. Jika dilakukan demikian, bisa berdampak terhadap lingkungan, terutama pada manusia. PMI, saat ini, tak bisa memusnahkan sendiri darah yang tak terpakai karena tak memiiiki alat pemusnah yang harganya sangat mahal itu.

Sumber: Pikiran Rakyat

 

Pokok-pokok informasi yang dapat kita sampaikan kembali dari teks berita tersebut, antara lain sebagai berikut :

  1. Persediaan darah di PMI selalu kurang.
  2. Pasien-pasien biasanya kehilangan banyak darah karena kecelakaan, melahirkan, operasi, atau karena penyakit berat.
  3. Jika di suatu daerah tengah terjadi bencana besar, diperlukan persediaan darah yang banyak.
  4. Lebih banyak orang yang memerlukan darah dibandingkan dengan yang menyumbang darah.
  5. Orang yang memerlukan darah harus dipastikan menerima darah yang baik.
  6. Jika kita memerlukan darah, kita tidak membeli darah, tetapi membayar pemeliharaannya.
  7. Terkadang, ditemukan juga darah dari donor yang tak bisa dipakai.

Berdasarkan gagasan-gagasan utamanya tersebut, teks di atas dapat kita ringkas sebagai berikut.

Persediaan darah di PMI selalu kurang, padahal banyak pasien membutuhkan banyak darah karena kecelakaan, melahirkan, operasi, atau karena penyakit berat. Pada daerah yang sedang mengalami bencana besar pun memerlukan persediaan darah yang banyak.

Ternyata, lebih banyak orang yang memerlukan darah dibandingkan dengan yang menyumbang darah. Orang yang memerlukan darah harus menerima darah yang baik. Jika kita memerlukan darah, kita harus membayar biaya pemeliharaannya, bukan berarti kita membeli darah. Darah donor ada yang tak bisa dipakai sehingga harus dibuang dengan alat khusus.

Persediaan darah di PMI selalu kurang, padahal banyak pasien membutuhkan banyak darah karena kecelakaan, melahirkan, operasi, atau karena penyakit berat. Pada daerah yang sedang mengalami bencana besar pun memerlukan persediaan darah yang banyak.

Ternyata, lebih banyak orang yang memerlukan darah dibandingkan dengan yang menyumbang darah. Orang yang memerlukan darah harus menerima darah yang baik. Jika kita memerlukan darah, kita harus membayar biaya pemeliharaannya, bukan berarti kita membeli darah. Darah donor ada yang tak bisa dipakai sehingga harus dibuang dengan alat khusus.

Leave a Comment