Menyusuri Sejarah Perkembangan Batik di Kampung Laweyan

0 117

Menyusuri Sejarah Perkembangan Batik di Kampung Laweyan

Liburan ke Solo tidak lengkap rasanya kalau pulang tanpa membawa pulang batik. Kampung Batik Laweyan jadi destinasi yang tepat untuk berburu oleh-oleh batik khas Solo. Apalagi, kampung batik yang satu ini dikenal sebagai sentra industri batik yang telah ada sejak zaman Kerajaan Pajang pada tahun 1546 Masehi.

Memasuki area seluas 24 hektare ini, wisatawan akan secara langsung melihat suasana yang berbeda. Di kawasan ini, Anda akan mendapati suasana seperti di zaman dahulu. Rumah berukuran besar dengan dinding tinggi yang dibangun dengan desain arsitektur zaman dulu terlihat sangat dominan di kawasan ini.

Rumah-rumah megah dengan desain kuno itu pun menjadi tempat para wisatawan untuk memperoleh batik khas Solo sebagai oleh-oleh. Tidak sekadar berbelanja, wisatawan juga berkesempatan untuk melihat secara langsung proses pembuatan batik. Kalau mau, wisatawan juga bisa mencoba praktik mengubah selembar kain mori menjadi batik.

Setelah puas dengan praktik membuat batik, Anda bisa melanjutkan perjalanan menyusuri Kampung Batik Laweyan dengan belanja oleh-oleh batik. Di tempat ini, total terdapat sekitar 70 showroom batik yang. Saat belanja batik di showroom tersebut, Anda bisa memperoleh batik dengan kualitas yang lebih baik dibandingkan batik yang ditawarkan di pasar atau pusat perbelanjaan modern.

Sebagai kampung yang ditujukan untuk keperluan wisata, fasilitas pendukung di Kampung Batik Laweyan juga lengkap. Di sini, Anda bisa mendapati keberadaan beragam kafe dengan desain unik, termasuk di antaranya adalah Wedangan Rumah Nenek. Selain itu, fasilitas hotel juga dapat dijumpai dengan mudah di sekitar Laweyan.

Selain berkesempatan untuk membawa pulang oleh-oleh batik khas Solo, wisatawan juga bisa berburu foto cantik selagi di kampung ini. Deretan rumah kuno dan aktivitas para pembatik yang tengah menggerakkan canting jadi objek foto menarik yang bisa dibidik. Oleh karena itu, selagi berlibur ke tempat ini, pastikan untuk membawa kamera yang bagus, biar foto yang dihasilkan juga bagus. Tentunya setelah memesan tiket pesawat ke Solo dari website online kepercayaan Anda ya.

Kampung Laweyan bukanlah satu-satunya kampung batik yang bisa Anda kunjungi di Solo. Selain tempat ini, wisatawan juga bisa menjumpai kampung serupa di Kampung Batik Kauman. Keberadaan kampung ini tak bisa dilepaskan dari pembangunan Masjid Agung yang berlangsung pada tahun 1757 Masehi. Area sekitar masjid pun menjadi lokasi hunian para abdi dalem pengurus masjid.

Industri batik di kawasan ini bermula ketika para istri dari abdi dalem yang ada di tempat ini diminta untuk memasok batik kebutuhan keraton. Seiring dengan berjalannya waktu, permintaan batik dari Kampung Kauman terus meningkat. Hal itu membuat roda perekonomian di kampung ini meningkat, bisa terlihat dari banyaknya bangunan megah di kawasan ini.

Pengalaman liburan ke Kampung Batik Laweyan dan Kauman di Solo dijamin bakal menjadi momen yang menyenangkan. Ada banyak pengetahuan baru yang bisa didapatkan di sini. Apalagi, liburan ke Solo kini bisa lebih mudah dan murah karena ada layanan pemesanan tiket murah yang disediakan oleh Airy.

Cara membeli tiket ke Solo dengan harga murah di Airy juga sangat mudah. Anda bisa memakai aplikasi Airy yang tersedia secara gratis di Google Play Store dan App Store. Alternatif lain, bisa pula berkunjung ke situs resmi mereka menggunakan komputer. Setelah menentukan tanggal keberangkatan, bisa secara langsung melakukan konfirmasi dan pembayaran. Dijamin, mudah dan hemat.

Source https://www.jawapos.com https://www.jawapos.com/entertainment/travelling/19/07/2018/menyusuri-sejarah-perkembangan-batik-di-kampung-laweyan
Comments
Loading...