Menyusun Teks Tantangan

Menangkap Makna Teks Tantangan

Makna atau arti penting yang diperoleh setelah membaca teks tantangan adalah:

  1. Seseorang menjadi lebih sadar arti penting kepedulian terhadap tempat tinggal, dan
  2. Menjadi lebih kritis terhadap persoalan-persoalan yang terjadi di lingkungan sekitarnya.

 

Menyusun Teks Tantangan

Untuk menyusun suatu teks tantangan, diperlukan langkah-langkah sebagai berikut.

  1. Menentukan tema atau persoalan yang akan dipertentangkan, disanggah, atau ditanggapi.
  2. Mengumpulkan sejumlah fakta atau bukti-bukti yang dapat memperkuat sanggahan.
  3. Merumuskan argumentasi-argumentasi yang kuat dan menyakinkan berkenaan dengan tantangan atau sanggahan tersebut.
  4. Menyusun teks tantangan dengan lengkap dan sistematis sesuai dengan struktur dan kaidahnya.

 

Menelaah dan Merivisi Teks Tantangan

Perhatikan kembali kutipan teks berikut.

Tidak ada yang salah memang dengan fenomena seperti itu karena berbahasa, apa pun yang dipakai, merupakan hak seseorang. Hanya saja, ditinjau dari sudut pandang budaya, hal tersebut menjadi suatu pertanyaan besar: “Mengapa di tengah-tengah pergaulan mereka, yang pada umumnya berbahasa Sunda, mereka lebih senang menggunakan Bahasa lain.”

Hal ini tidak terkecuali ketika seseorang menggunakan kata-kata Inggris di tengah-tengah percakapan mereka dalam Bahasa Indonesia. Fenomena seperti ini banyak pula terjadi dalam pergaulan beberapa kelompok masyarakat. Cara seperti ini seolah-olah akan meningkatkan pamor penggunanya bahwa biasa berbahasa asing identic dengan ciri orang yang terpelajar.

_______________

Apabila kutipan tersebut ditelaah secara lebih cermat, terdapat beberapa kesalahan dalam penggunaan bahasanya. Secara khusus kesalahan tersebut berkaitan dengan pemilihan kata, penggunaan ejaan dan pemakaian tanda baca. Berikut kesalahan-kesalahan yang dimaksud.

  1. Kesalahan pilihan kata tampak padda kata hanya dan Kedua kata tersebut memiliki makna serupa. Oleh karena itu, cukup digunakan salah satu kata, yakni hanya atau kata lain yang semakna dengan menghapus kata saja.
  2. Kata bahasa dalam kalimat terakhir paragraf pertama seharusnya menggunakan huruf kecil. Hal ini sesuai dengan ketentuan dalam Ejaan Yang Disempurnakan (EYD), yakni kata bahasa harus ditulis dengan huruf kecil. Hal senada juga berlaku ketika kata tersebut diikuti dengan nama bahasanya, mislanya bahasa Sunda, bahasa Indonesia, atau bahasa Inggris.
  3. Kata-kata dalam kalimat pertama paragraf kedua merupakan kata ulang sempurna sehingga harus disertai dengan penggunaan kata penghubung (-).

 

Meringkas Teks Tantangan

Meringkas dilakukan untuk menjadikan suatu teks yang panjnag menjadi lebih singkat dan padat. Teks yang semula berjumlah ratusan kata, misalnya, kemudian diringkas menjadi puluhankata atau yang semula terdiri atas puluhan kalimat menjadi 3-4 kalimat. Lebih lanjut, ringkasan untuk teks tantangan disusun berdasarkan argumen-argumen pokoknya dan diceritakan kembali dengan kata-kata sendiri. Untuk lebih jelasnya perhatikan bagan berikut.

Langkah-langkah Meringkas Teks Tantangan

Leave a Comment