Menyusun Teks Tanggapan Kritis

MenangkapMakna Teks Tanggapan Kritis

Ada beberapa makna atau arti penting yang dapat diperoleh setelah membaca teks tanggapan kritis, yaitu:

  1. Menambah pengetahuan
  2. Meningkatkan pemahaman
  3. Memicu sikap apresiatif, dan
  4. Mempertajam daya kritis

 

Menulis Teks tanggapan Kritis

Teks tanggapan kritis merupakan jenis teks yang berisi tanggapan terhadap kualitas suatu karya. Teks jenis ini ditulis untuk menaik minat masyarakat agarmereka turut mengapresiasikan karya yang dibahas itu. Adapun aspek-aspek yang dapat dijadikan bahan penilaiannya adalah sebagai berikut.

1. Menginformasikan identitas dan latar belakang karya

Kita dapat mulai dengan mengemukakan tema dari karya itu. Apa sebenarnya yang ingin disampaikan dalam film, drama, atau buku itu? Demikianlah pertanyaan yang harus dijawab dalam mengawali tanggapan kita itu. Debgan demikian, kita dapat menyampaikan ringkasan atau sinopsisnya.

Deskripsi mengenai karya itu bukan hanya menyangkut isinya, tetapi juga dapat menyangkut lembaga atau badan yang menanganinya. Jika karya itu berupa buku, kita perlu menyebutkan nama penerbit, tempat/waktu diterbitkan, ketebalan, dan kalau perlu sampai pada format penyajiannya. Kita dapat pula memperkenalkan pengarangnya: nama, ketenaran yang diperolehnya, buku yang telah ditulisnya, atau alasn-alasan dia menulis biuku itu.

Pada intinya, semua hal itu yang menyangkut latar belakang keluarnya karya itu yang kiranya perlu diketahui pembaca, haruslah kita kemukakan dengan baik. Dengan demikian, sebelummasuk teknis tanggapan atau penilaian, para pembaca sudah mengetahui buku itu secara garis besar.

2. Menentukan jenis karya

Pembaca tidak selalu mempunyai selera yang sama. Berkaitannya dengan buku, misalnya, ada yang senang dengan komik, ada yang senang dengan cerita detektif, ada pula yang lebih senang dengan roman, biografi, dan sebagainya. Di samping itu, ada yang lebih senang dengan buku-buku popular dan ilmu pengetahuan.

Pasti terdapat perbedaan di antara pemvaca, namun masih terdapat suatu persamaan umum, yaitu mereka semua ingin mengetahui sesuatu jika ada buku baru diterbitkan. Mereka inginmengetahui: Buku itu macam apa? Penulis yang mengabaikan pertanyaan ini, sengaja atau tidak, sudah gagal dalam melaksanakan tugasnya. Ia harus menunjukkan kepada pembaca mengenai golongan buku yang baru diterbitkan itu.

Dengan kata lain, kita harus mengklasifikasi buku tersebut. Dengan memasukkannya ke kelas buku tertentu, dengan mudah seorang pembaca menemukan persamaan dan perbedaan dengan buku-buku mudah seorang pembaca kelompok yang sama. Dengan klasifikasi, pembaca bisa melihat ke semua sisi dan secara lebih konkret memberi penilaiannya. Dengan mengadakan perbandingan itu, pembaca pun akan merasa tertarik dan ingin mengetahui lebih lanjut tentang isi buku tersebut secara terperinci.

3. Menganalisis isi, struktur, dan kaidah teks

Setelah memperkenalkan identitasnya, selanjutnya adalah menjelaskan struktur atau organisasinya. Struktur karya adalah hubungan antara bagian dengan bagian yang lain. Misalnya, kalau berupa buku, apakah hubungan antara bab yang satu dengan yang lainnya tersusun dengan jelas dan logis. Kalau berupa novel, apakah bagian cerita yang satu dengan yang lainnya menunjukkan hubungan yang bersifat kronologis, loncat-loncat, atau alur sorot balik?

Hal lainnya adalah kaidah bahasanya. Barangkali ada yang berpendapat bahwa yang penting itu isinya, Bahasa tidak penting. Akan tetapi, bagaimana mungkin pembaca dapat memahami sesuatu kalua Bahasa yang digunakan tidak dapat dimengerti.\? dalam hal ini kita bias mengomentari aspek Bahasa berdasarkan keefektifan, pilihan kata, dan ejaan serta tanda bacanya.

Aspek berikutnya yang dapat kita kemukakan dalam menulis teks tanggapan (terhadap suatu buku) adalah masalah teknik. Sebuah buku yang baik harus pula ditampilkan dalam wajah yang baik. Apa yang dimaksud dengan wajah yang baik di sini adalah segala sesuatu yang menyangkut perwajahannya (lay out), kebersihan, dan terlebih lagi pencetakannya. Kesalahan dalam mencetak kata-kata atau menempatkan tanda baca akan sangat mengganggu para pembaca. Oleh sebab itu, salah satu aspek yang tidak kalah pentingnya adalah memberi catatan mengenai kesalahan-kesalahan pencetakan. Mungkin hal itu disebabkan oleh petugas di percetakan, tetapi juga ada kemungkinan kesalahan dari pengarang.

4. Memberikan penilaian

Seorang penulis teks tanggpan harus berusaha dengan tepat menunjukkan keunggulan suatu karya dengan memberikan penilaian langsung, dengan memberi kutipan-kutipan yang tepat dan menunjukkan pertalian yang kompak antara bagian-bagiannya. Menilai sebuah karya (buku) berarti memberi saran kepada pembaca untuk menolak atau menerima kehadiran buku itu. Oleh sebab itu, jangan pula menolak kehadiran sebuah buku hanya dnegan menyoroti sebagian saja dari buku itu. Sebuah buku harus dinilai secara keseluruhannya. Suatu bagian boleh dipakai sebagai ilustri keunggulannya. Namun, satu bagian saja yang sangat jelek jangan dipakai sebagai ilustrasi bahwa seluruh buku adalah demikian. Kita sebagai penulis harus tetap berusaha untuk memberi kesan kepada pembaca bahwa penilaian kita itu telah diberikan secara jujur, secara apa adanya.

 

Menelaah dan Merevisi Teks Tanggapan

Cermatilah cuplikan teks berikut.

Lewat Beth, aria memang ingin menawarkan pandangan baru lewat suatu ‘kerajaan’ yang dibangunnya. Bukan di dunia waras tidak pula di dunia gila, tetapi di antara keduanya. “Melalui film ini saya hanya ingin mengungkap realitas dalam ekspresi yang jujur-jujur saja. Tak lebih dari itu,” kata Aria.

Menurutnya, seperti juga dunia waras, kehidupan di ‘dunia gila’ juga memiliki logikanya sendiri. Itu sebabnya ada orang gila yang ternyata berpikiran justru lebih logis dari pada orang sehta. “Sebaliknya, banyak juga orang yang mengaku sehat tapi ternyata berperilaku tak lebih baik dari orang gila,” tambah Aria.

Bagaimana pun keadaannya, film ini merupakan ungkapan semangat pemberontakan Aria pada sesuatu yang mapan. Dari sana Aria ingin memberi isyarat bahwa sudah wakunya kita mengkritisi idiom-idiom sesat yang kini terlanjur hidup dalam masyarakat kita. Jelasnya, memandang hidup secara lebih jujur adalah sebuah kebutuhan mendesak.

———————-

Apabila ditelaah dengan cermat, cuplikan tersebut masihmemiliki beberapa kekurangan yang harus kita revisi. Hal itu terutama berkaitan dengan kaidah kebahasaannya. Adapun berdasarkan strukurnya, cuplikan tersebut termasuk ke dalam bagian analisis dan penilaian. Pada aspek tersebut, cuplikan teks di atas sudah terstruktur dengan baik. Oleh karena itu, cuplikan tersebut tidak ada yang perlu diperbaiki.

Berdasarkan aspek kebahasaan, terdapat beberapa penulisan kata dan kalimat yang harus diperbaiki. Berikut beberapa di antaranya.

 

Penggunaan Kaidah Bahasa yang Salah Penyebab Perbaikan
1.       Itu sebabnya ada orang gila yang ternyata berpikiran justru lebih logis dari pada orang sehat. Penulisan kata dari pada harus disatukan Itu sebabnya ada orang gila yang ternyata berpikiran justru lebih logis daripada orang sehat.
2.       ‘kerajaan‘ dan ‘dunia gila‘ Tanda petik tunggal tidak digunakan untuk mengapit kata dengan makna khusus. *kerajaan* dan *dunia gila*
3.       Bagaimana pun keadaannya, film ini merupakan ungkapan semangat pembrontakan Aria pada suatu yang mapan. a.        Penulisan bagaimana pun harus disatukan

b.       Kata pembrontakan harus ditulis pemberontakan

Bagaimanapun keadaannya, film ini merupakan ungkapan semangat pembrontakan Aria pada suatu yang mapan.

 

Meringkas Teks Tanggapan Kritis

Langkah-langkah yang perlu kita lakukan untuk meringkas teks tanggapan kritis adalah sebagai berikut.

  1. Membaca teks itu sekitar satu atau dua kali dengan tujuan untuk mengetahui isi serta strukutur teks itu secara menyeluruh. Untuk mencapai tujuan tersebut, sub-subjudul yang ada di dalam teks itu dapat dijadikan pegangan.
  2. Mencatat gagasan utama yang ada pada subbab atau bagian demi bagiannya. Bagian-bagian penting yang ada pada paragraph-paragrafnya kita catat sebagai dasar bagi pengolahan selanjutnya.
  3. Dengan menggunakan catatan-catatan yang diperoleh pada langkah kedua dan kesan umum yang diperoleh pada langkah pertama, kita membuat ringkasannya. Soal urutan isi ringkasan tidak perlu sesuai dengan naskah aslinya. Hal yang harus diperhatikan adalah bahwa catatan itu harus:
  • berupa susunan kalimat-kalimat baru,
  • berupa rangkaian semua gagasan pokok di dalam teks itu secara jelas dan logis, dan
  • menggambarkan kembali isi dari teks aslinya.

Bila diantara gagasan yang telah dicatat itu ada yang masih belum jelas, kita dapat melihat kembali teks aslinya. Namun, hendaknya teks asli jangan dipergunakan lagi. Hal ini agar kita tidak tergoda untuk menggunakan kalimat dari teks aslinya.

Leave a Comment