Menyusun Teks Eksemplum

Menangkap Makna Teks Eksemplum

Perhatikan teks berikut.

Melatih Renang

Ketika aku masih SMA, ada tes berenang. Kejadiannya di tahun 2002. Lokasinya di sebuah kolam renang wisata yang lumayan jauh dari sekolah.

Sesampainya di lokasi, aku tidak ikut berenang. Aku hanya tebar pesona di pinggir kolam renang dengan setelan lengkap alias tidak buka baju. Tidak lama, ada tiga bocah setingkat SD juga ikut berenang.

Nah, aku langsung memanfaatkan kesempatan itu suoaya orang-orang di tempat itu makin terpesona melihat aku. Aku berpura-pura menjadi instruktur renang.

“Ayo, kalian bertiga sekarang pakai gaya kupu-kupu. Ayo, cepat!“ kataku kepada ketiga bocah itu. Mataku dipelotot-pelototkan sambal mengedip memberi isyarat agar mereka menurut. Lagi pula, ketiga bocah itu pun memang sekampung denganku. Jadi, tampaknya mereka mengerti maksudku itu.

“Sudah, Bang. Sekarang gaya apa lagi?’ tanya seorang di antara mereka.

“Oke. Sekarang gaya kodok. Ayo, buruan!“ perintah aku.

“Siap, Bang!“ balas mereka bertiga.

Beberapa orang di kolom renang itu semakin salut kepadaku. Mereka menyangka aku benar-benar seorang pelatih renang. Aku bisa melihatnya dari sudut mata dan senyum mereka. Padahal, aku sama sekali tidak bisa berenang.

Tiba-tiba, ketika sedang asyik-asyiknya memberi perintah di pinggir kolah renang, seorang teman mendorongku hingga aku jatuh tercebur ke dalam kolom renang yang sangat dalam.

Aku benar-benar megap-megap. Dengan susah paya, aku ke permukaan air. Akan tetapi, tetap saja tubuhku terratrik lagi ke dasar kolam. Hampir saja aku tenggelam. Untung ada yang menolong, kemudian aku ditarik ke pinggir kolam renang. Sialnya lagi, yang menolong adalah ketiga bocah yang aku perintah-perintah lagi.

“Sekarang gaya apa lagi, Bang? Ha ha ha …” tanya ketiga bocah itu sambal meledek.

“Dasar kalian! Sudah, cepat pergi dari sini!” bentakku dengan napas tersengal-sengal.

Hancuuuur… lebuuuur. Aku benar-benar malu, duduk sambil menunduk.

(Hario Zones dengan beberapa penyesuaian)

__________________

Menangkap makna berarti memahami maksud, arti penting, atau manfaat dari suatu teks yang kit abaca. Adapun makna yang terkandung di dalam teks di atas adalah bahwa kita harus bersikap seperti adanya. Sebab, kepalsuan pada akhirnya akan terbongkar juga.

Setelah membaca teks tersebut dalam diri kita diharapkan timbul sikap-sikap seperti tidak pamer dan melebih-lebihkan diri. Selain itu, teks tersebut mengandung nilai-nilai hiburan, yakni perilaku tokoh utamanya. Kita sebagai pembacanya dibuat tertawa oleh ulah tokohnya yang konyol.

 

Menyusun Teks Eksemplum

Sebagaimana yang kita telah pahami terdahulu bahwa beberapa teks eksemplum ada yang didasari oleh kejadian yang sebenarnya (factual). Ada juga yang kemungkinan sekadar hasil imajinasi dengan temanya yang bermacam-macam. Teks eksemplum tersusun oleh orientasi, insiden, dan penafsiran. Dengan demikian, ketika kita menyusunnya pun perlu memperhatikan aspek-aspek ini, termasuk kaidahkaidah kebahasaan yang menjadi karakteristik utama teks tersebut.

Adapun langkah-langkah penyusununannya adalah sebagai berikut.

  1. Menetapkan tema, misalnya kejadian memalukan pada saat berolahraga
  2. Menyusun kerangka teks yang mencapai orientasi, insiden dan penafsiran
  3. Mencatat cerita-cerita penting untuk mengisi setiap bagian kerangka teks

Contoh:

Bagian Teks Cerita-cerita Penting Pengembangan
a.        Orientasi 1)       Waktu . . . .

2)       Tempat kejadian . . . .

 
b.       Insiden Urutan kegiatan secara kronologis

1)       . . . .

2)       . . . ., dst.

 
c.        Penafsiran Pelajaran atau hikmah

. . . .

 
  1. Mengembangkan teks eksemplum berdasarkan catatan yang tersedia dengan memperhatikan struktur dan kaidahnya.

 

Menelaah dan Merivisi Teks Eksemplum

Setelah teks eksemplum selesai ditulis, langkah berikutnya yang perlu kita lalui adalah menelaah dan merevisinya. Kegiatan ini disebut pula sebagai penyuntingan. Ada tiga aspek yang perlu kita telaah dalam kegiatan tersebut, yakni isi teks, struktur, dan kaidahnya.

  1. Isi teks berkaitan dengan kesusaian tema dan daya Tarik cerita.
  2. Struktur teks berkaitan dengan kelengkapan, keruntunan urutan, dan kepaduan bagian-bagian teks.
  3. Kaidah teks berkaitan dengan kebakuan penggunaan kaidah-kaidah kebahasaan, yaitu mencakup masalah kalimat, pilihan kata, dan ejaan atau tanda baca.

Menelaah dan Merivisi Teks Eksemplum

Aspek-aspek Penyuntingan

No. Aspek Masalah untuk Ditelaah
1 Isi teks a.        Apakah isi teks tersebut sudah sesuai dengan temanya?

b.       Apakah isi teks tersebut zudah menarik?

2 Struktur teks a.        Apakah struktur teks tersebut sudah lengkap?

b.       Apakah struktur teks tersebut sudah tersusun secara runtun, berurutan antarbagian-bagiannya?

c.        Apakah struktur teks tersebut sudah tersusun secara padu, hubungan antarbagiannya saling melengkapi secara kompak?

3 Kaidah teks a.        Apakah kalimat-kalimat di dalam teks tersebut sudah efektif?

b.       Apakah penggunaan kata-katanya sudah tepat?

c.        Apakah penulisan ejaan dan tanda bacanya sudah baku?

 

Meringkas Teks Eksemplum

Ringkasan teks eksemplum dibuat berdasarkan gagasan pokok atas cerita-cerita penting yang ada di dalamnya. Gagasan pokok yang telah ditemukan disusun sehingga menjadi paragraph padu.

 

Leave a Comment