Menyelamatkan Batik Bekasi

0 37

Menyelamatkan Batik Bekasi

Kota Bekasi merupakan titik pertemuan antara budaya Sunda dan Betawi. Perpaduan antara dua budaya itulah yang membuat budaya Bekasi jadi menarik. Apalagi jika dituangkan dalam selembar kain batik. Adalah Komunitas Batik Bekasi (Kombas) yang berusaha menyelamatkan Batik Bekasi dari alienasi. Kombas diketahui berdiri pada 2010. Keberadaan mereka dimulai saat para ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) dari berbagai universitas di Kota Bekasi berkumpul. Mereka bertemu untuk membahas masa depan batik di Kota Bekasi bersama segenap mahasiswa, pemuda, budayawan, dan perajin. Anak-anak muda itu juga mengadakan penggalangan tanda tangan dan roadshow ke beberapa universitas. Dari situ, tercetuslah gagasan membuat sebuah komunitas yang menghidupkan batik di Kota Bekasi. Komunitas Batik Bekasi atau Kombas, demikian akhirnya mereka menamai.

Pada tanggal 2 Oktober 2010, Kombas resmi berdiri dan Ketua BEM STIE Mulia Pratama Barito Putra Pratama terpilih sebagai ketua. Untuk menyelamatkan dan mempopulerkan Batik Bekasi, Kombas memiliki kegiatan yang sangat intens. Mereka kerap bekerjasama dengan beberapa pusat perbelanjaan di Bekasi guna memamerkan Batik Bekasi. Tidak hanya itu Kombas juga percaya sosialisasi dan informasi Batik Bekasi bisa ditempuh lewat institusi akademis misalnya sekolah dan universitas. Inilah mengapa anggota Kombas mau mengajarkan cara membatik kepada anak-anak sekolah. Salah satu agenda yang pernah jadi pusat perhatian adalah saat mereka mengadakan canting massal di Kota Bekasi. Acara tersebut diikuti ebih dari 500 pelajar sekolah dasar se- Kota Bekasi. Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi dan wakilnya Akhmad Syaikhu hadir dalam acara tersebut. Sementara dengan pihak swasta, Kombas pernah bekerjasama dengan Hotel Horison. Waktu itu Hotel Horison membuka sebuah galeri yang dinamakan Galeri Batik Bekasi.

Galeri ini diisi oleh berbagai batik karya tangan anggota Kombas dan juga beberapa pelaku usaha kecil menengah di Bekasi yang memang bergerak di bidang Batik Bekasi. Kegiatan Kombas semakins serius ketika mereka menjalin sinergi dengan Pemerintah Kota Bekasi. Mulai 2015, seragam batik bekasi telah digunakan di seluruh tingkat pendidikan di Kota Bekasi, mulai dari PAUD/TK hingga SMA/SMK. Diperkuat dengan peraturan wali kota, para pegawai pemkot dan PNS juga mengenakan seragam batik bekasi. Sayangnya, perajin batik di Kota Bekasi masih relatif sedikit. Jumlahnya hanya sekitar enam atau tujuh perajin, tersebar di Jatiasih, Bekasi Utara, dan Bekasi Barat. Kombas sendiri berharap, kelak setiap kecamatan ada perajin batik karena tiap tempat mempunyai karakter masing-masing.

Source http://koran-sindo.com/ http://koran-sindo.com/page/news/2016-03-06/4/3
Comments
Loading...