Menjaga Tumbuh Kembang Batik Kalimantan Barat

0 330

Menjaga Tumbuh Kembang Batik Kalimantan Barat

Motif Batik khas Kalimantan Barat, sungguh sebuah kekayaan yang melimpah. Inspirasi motif dari berbagai budaya etnis yang ada seperti tak ada habisnya. “Yang kurang di sini, jumlah pembatiknya,” kata Wiro Sarwanto, seorang pendesain motif batik Kalbar juga pemilik galeri Wahyu Art.

Wiro, yang berasal dari Laweyan Solo dan sudah menetap di Pontianak sejak tahun 1970-an, mengungkapkan penjelajahannya di berbagai tempat di Kalbar menunjukkan inspirasi motif batik di provinsi ini sungguh melimpah. Apalagi dari etnis Dayak, yang memiliki ratusan subetnis menunjukkan kekhasannya masing-masing.

Batik – batik khas Kalimantan Barat yang ada di galeri Wahyu Art Jalan M Sohor Pontianak diminati pembeli, khususnya luar kota. Bahkan ada di antaranya dari Brunei Darussalam dan Malaysia. Minat para pembeli batik terus mengalami peningkatan dengan semakin banyaknya wisatawan yang datang berkunjung ke Kalimantan Barat.

Hal sama juga diungkapkan pemilik galeri batik Lenik di Jalan Purnama Agung Pontianak. Galeri yang banyak menyediakan batik khas etnis Dayak ini mengaku permintaan batik khas kalbar meningkat, baik dari warga setempat atau luar provinsi. Nartie merupakan pemilik Galeri Lenik yang bersuamikan orang Dayak Kayan ini mengaku, motif Dayak sangat banyak ragam, namun ada di antaranya yang tidak boleh sembarangan membuatnya. Pemberian nama Lenik, untuk galerinya yang dibuka beberapa tahun lalu itu juga sudah disahkan dari Kepala Suku Kayan Ine Tipung. Lenik memiliki makna pintar dan bisa itu diambil dari bahasa Suku Kayan.

Instansi pemerintah, khususnya Unit Pelatihan Industri Kecil Menengah (UPT IKM), Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kalbar, merupakan instansi yang terus mendorong berkembangnya industri perbatikan di provinsi ini. Sebagai upaya sinergi dengan Dekranasda Kalbar, Subaidi juga ditunjuk menjadi Sekretaris Dekranasda Kalbar.

Saat ini perajin batik di Kalimanatan Barat masih banyak dalam bentuk industri rumahan (home industry) dan tercatat sudah ada lima sentra batik yang menonjol, yaitu dua sentra batik di Pontianak, satu di Mempawah, satu di Sintang dan satu di Ketapang. Setiap sentra ada lima hingga enam rumah perajin batik.

Subaidi mengakui kerajinan membatik bukan asli warga Kalbar, namun ketika mengerjakan batik mulai dikembangkan mengikuti usaha tenun yang sudah lama ada, maka menjadi lebih mudah. Motif-motif batik bisa diambil darii motif tenun.

Inspirasi Motif Batik Kalimantan Barat, secara garis besar berasal dari motif tenun, flora-fauna, dan bangunan rumah khas Kalbar. Sementara coraknya bisa dari etnis Dayak, Melayu atau Tionghoa, yang komunitasnya cukup besar di provinsi ini.

Motif Batik Kalimantan Barat, yang sudah beredar di masyarakat, di antaranya yang berasal dari ide bangunan rumah, seperti Motif “Mahkota” dari rumah melayu Ketapang, yang bermakna ketinggian derajat; Motif “Kembang Sekaki” sebagai hiasan pagar teras bangunan tradisional Melayu, bermakna adanya perkawinan antar keluarga; dan Motif “Cengkrama” dari rumah Melayu yang bermakna keakraban dan rasa kekeluargaan.

Corak Batik Kalimantan Barat yang belakangan berkembang seperti Motif Ikan Arwana dan Motif Paku Kapuas, melambangkan kesuburan tanah Kalimantan Barat. Di Pontianak yang kerap digunakan di kegiatan beramai-ramai yaitu corak insang, sedang di Singkawang dikembangkan Batik Motif Tidayu, yang merupakan campuran Tionghoa, Dayak dan Melayu.

Dengan segala keterbatasannya, Batik khas Kalimantan Barat memang sudah wujud. Kini semua pihak perlu terus merawat agar perkembangannya bisa meningkat dan menjadi kebanggaan masyarakat Kalimantan Barat.

Source Menjaga Tumbuh Kembang Batik Kalimantan Barat Batik
Comments
Loading...