Mengungkap Makna Motif Batik Durian Pecah

0 123

Mengungkap Makna Motif Batik Durian Pecah

Setidaknya ada sembilan destinasi wisata yang harus kami kunjungi. Melalui program bernama Media Famtrip 2014, 13-16 November lalu, kami harus berburu dengan waktu untuk menuntaskannya. Tribun dan sejumlah media nasional menjadi peserta kegiatan yang digagas oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jambi dan Garuda Indonesia tersebut. Berikut catatan perjalanannya.

Dua buah drum yang dibelah difungsikan sebagai tungku tegak di atas perapian. Di dalamnya, air sedang menggelegak.

Seorang pria berada di sisi drum kemudian memasukkan kayu dan mengangkat sesuatu dari dalam drum. Ia tak sedang memasak air, melainkan itu proses produksi batik.

Aktivitas itu langsung menyita Tribun dan peserta Media Famtrip lainnya. Suasana itu kami dapati, ketika rombongan singgah di sanggar batik Azmiah di Olak Kemang, Kecamatan Danau Teluk, Seberang, Kota Jambi.

Sanggar batik adalah destinasi kedua kami setelah sebelumnya kami mengunjungi situs candi terluas, situs percandian Muarajambi.

Berbelanja batik dan menggali informasi langsung dari perajinnya adalah hal menarik. Tak heran, belasan wartawan yang turut serta begitu antusias.

Dan motif batik selalu menjadi hal yang tak luput untuk dikupas saat bicara kain bertulis atau bercap tersebut. Edi Sunarto, suami Azmiah pemilik sanggar ini bilang motif batik Jambi mengandung pesan filosofis yang paradoks.

Durian pecah, misalnya. Motif batik Jambi yang paling populer. Kata dia, motif tersebut bermakna mengingatkan manusia untuk berhati-hati.

Tak hanya itu, selendang melayu yang biasanya lekat dengan motif segi empat juga bermakna filosofis. “Segi empat itu seperti meja makan, maknanya berundinglah setelah makan jangan saat perut lapar,” tuturnya. Menurut dia, tak kurang ada 50 motif batik Jambi yang biasanya mengambil tema flora dan fauna.

Source http://jambi.tribunnews.com http://jambi.tribunnews.com/2014/11/19/mengungkap-makna-motif-batik-durian-pecah
Comments
Loading...