Mengungkap Makna Batik di Pertemuan SBY dan Prabowo

0 33

Mengungkap Makna Batik di Pertemuan SBY dan Prabowo

Pertemuan Ketum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dengan Ketum Partai Gerindra Prabowo Subianto akhirnya berbuah manis. SBY menyatakan dukungan untuk Prabowo sebagai calon presiden pada Pemilu 2019 setelah melakukan dua kali pertemuan.

Baik pertemuan pertama di kediaman SBY, Kuningan, Jakarta Selatan maupun yang kedua di kediaman Prabowo, Jl Kertanegara, Jakarta Selatan, mereka sama-sama mengenakan kemeja bermotif batik. Entah kebetulan atau tidak, rupanya ada makna khusus dalam motif batik yang mereka kenakan.

Pada pertemuan pertama pada Selasa, 24 Juli 2018, SBY mengenakan batik berwarna cokelat. Meski warnanya senada, motif yang dipakai Prabowo waktu itu berbeda. Yang dipakai SBY motif sido mukti, yang dipakai Prabowo itu buketan burung Phoenix. Latarnya jelas motif tretesTretes adalah varian motif udan liris yang maknanya kesejahteraan.

Selain itu, ada Sekjen Gerindra Ahmad Muzani yang menurut Abdul mengenakan motif batik udan liris atau rujak senthe seling. Motif rujak senthe tergolong motif tradisional pedalaman, namun yang dikenakan Muzani dipadukan dengan motif modern. Kemudian putra sulung SBY, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), mengenakan motif terong rentheng. Adapun adiknya, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), mengenakan motif batik model baru.

Untuk motif sido mukti yang dikenakan SBY, menurut Abdul biasanya dipakai dalam pernikahan. Abdul menggambarkan motif yang berawalan sido (sido mulyo, sido mukti, sido drajat) berkaitan dengan fase kehidupan seseorang ketika memiliki anak yang akan menikah kemudian memakai kain bermotif tersebut. Abdul tak mengaitkan pemaknaan motif tersebut dengan pertemuan SBY-Prabowo secara khusus. Dia menggambarkan secara umum saja.

Untuk pertemuan SBY dan Prabowo yang kedua pada Senin, 30 Juli 2018, batik yang dikenakan mereka berbeda. SBY memakai batik berwarna biru dan Prabowo memakai batik dengan warna aksen oranye. “Dua batik ini adalah batik baru dengan pengerjaan yang disederhanakan. Yang dipakai Prabowo adalah batik yang gaya visualnya dipelopori oleh almarhum Iwan Tirta. Ciri khas motifnya dibuat dengan lebih besar atau tampak lebih besar dari ukuran motif klasik secara umum.


Pengerjaan yang disederhanakan maksudnya adalah proses pembuatan batik yang tak lagi menggunakan malam padat. Biasanya proses ini bisa memakai malam atau lilin cair yang tak perlu dipanaskan dahulu sebelum dipakai menggambar motif. Dia tak menjelaskan makna di balik batik dalam pertemuan kedua SBY-Prabowo ini. Menurut dia, batik dengan motif modern berbeda makna dengan motif tradisional yang sudah diwariskan turun-temurun. “Hari ini menurut saya kurangnya tokoh, kurangnya tokoh pemerintahan memahami ulang, mengedepankan lagi makna apa di balik batik. Membuat orang-orang kita melihat dari estetikanya saja,” tutur Abdul.

Source https://news.detik.com/ https://news.detik.com/berita/4142472/mengungkap-makna-batik-di-pertemuan-sby-dan-prabowo
Comments
Loading...