Mengklasifikasi Teks Eksposisi

Secara umum, pengembangan teks eksposisi terbagi ke dalam beberapa pola berikut

Pola Umum-khusus (deduktif)

Dalam pola ini, ide pokok ditempatkan pada awal paragraf yang kemudian diikuti oleh ide-ide penjelas. Pola ini lazim disebut sebagai deduktif. Ide-ide penjelas merupakan perincian dari ide umum yang dikemukakan sebelumnya.

Contoh :

Demam berdarah dengue (DBD) masih menjadi ancaman di seturuh belahan dunia. Asia menempati urutan pertama dalam jurnlah korban tiap tahun. Hal ini mungkin dipengaruhi ofeh curah hujan yang sangat tinggi terutama di daerah Asia Timur dan Asia Selatan. Jumiah penderitanya setiap tahun selalu mengalami peningkatan dan 95% penderitanya adalah anak-anak di bawah usia 15 tahun.

Pola khusus-umum (induktif)

Pola ini disusun berdasarkan logika induktif, yaitu hal-hal bersifat khusus, diikuti oleh ide pokok. Dengan demikian, kalimat terakhir dalam paragraf jenis ini berfungsi sebagai kesimpulan atau rangkuman dari uraian-uraian yang dikemukakan sebelumnya.

Contoh :

Kehadiran internet di sekolah menambah pengetahuan dan wawasan para siswa. Bagi guru-guru pun demikian. Materi penyampaian mereka menjadi lebih kaya dan lebih aktual. Lalu, bagi sekolah, sekolah menjadi lebih terkenal hingga mampu berkomunikasi dan menjalin kerja sama dengan sekolah-sekolah lain. Dengan demikian, nyataiah bahwa kehadiran internet di sekolah membawa dampak positif.

Pola Pengembangan Proses

Proses merupakan suatu urutan dari tindakan atau perbuatan untuk menciptakan atau menghasilkan sesuatu. Bisa juga dikatakan sebagai urutan dari suatu kejadian atau peristiwa. Untuk menyusun sebuah proses, langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.

  1. Ketahui prosesnya secara menyeluruh.
  2. Bagilah proses tersebut menurut tahap-tahap kejadiannya.
  3. Jelaskan tiap-tiap tahapan itu ke dalam perincian yang tegas sehingga pembaca dapat mengerti dengan jelas

Contoh :

Sebelumnya tahun 1995,desainer busana mustim dengan label “Ranti” ini tinggal di kawasan Rawamangun. Sebenarnya, ia sudah memendam keinginan untuk bisa tinggal dekat dengan workshop “Ranti”. Cita-cita ini tercapai setelah kini, ia tinggal di kawasan Cijantung, Jakarta Timur. “Saya pernah melihat-lihat ke lokasi ini (yang sekarang menjadi kediaman Yessi sekeluarga) dan berandai-andai jika tanah ini dijual, saya mau bell” kenangnya. Enam bulan kemudian, Yessi melihat ikfan penjualan tanah di sebuah koran.

Pola Pengembangan Sebab-Akibat

Pengembangan paragraf dapat pula dinyatakan dalam sebab-akibat. Dalam hal ini, sebab bisa bertindak sebagai gagasan utama, sedangkan akibat sebagai perincian pengembangannya. Urutan tersebut dapat juga dibalik: akibat dijadikan gagasan utama, sedangkan sebab menjadi perinciannya.

Persoalan sebab-akibat sebenarnya sangat dekat hubungannya dengan proses. Jika disusun untuk mencari hubungan antara bagian-bagiannya, proses itu disebut “proses kausal”.

Contoh :

Kebakaran hutan, praktik penebangan kayu ilegal, dan perburuan liar telah menyebabkan kijang emas {Muntiacus atherodes) semakin langka, bahkan sudah tidak bisa dijumpai lagi. Kijang emas yang merupakan satwa endemik Kalimantan Selatan yang dilindungi itu, tercatat terlihat terakhir kali pada tahun 1998

Pola Pengembangan Ilustrasi

Sebuah gagasan yang terlalu umum memerlukan ilustrasi-ilustrasi konkret. Dalam karangan eksposisi, ilustrasi tersebut tidak berfungsi membuktikan suatu pendapat, tetapi sekadar untuk menjelaskan maksud penulis.

Contoh :

Satu-satunya bidang pembangunan yang tidak mengalami imbas krisis ekonomi adalah sektor-sektor di bidang pertanian. Misalnya, sektor perikanah masih meningkat cukup mengesankan, yaitu 6,65 persen; demikian pula sektor perkebunan yang meningkat 6,46 persen. Walaupun terkena kebakaran sepanjang tahun, sektor kehutanan masih tumbuh 2,95 persen. Secara umum, kontribusi dari sektor-sektor pertanian terhadap produk domestik bruto (PDB) meningkat dari 18,07 persen menjadi 18,04 persen, padahal selama 30 tahun terakhir, pangsa sektor pertanian merosot dari tahun ke tahun.

Pola Perbandingan

Untuk memperjelas suatu benda, keadaan, atau konsep, dapat dilakukan perbandingan. Benda, keadaan, atau konsep tersebut dicari perbedaan ataupun persamaannya berdasarkan aspek tertentu. Dengan cara demikian, pemahaman pembaca tentang hal yang dijelaskan itu menjadi jelas terliha

Contoh :

Di kehidupan remaja masa sekarang, sudah banyak perbedaan dengan kehidupan remaja pada akhir periode 90-an. Dulu, kehidupan seorang remaja disibukkan dengan belajar dan belum bergantung pada perangkat teknologi. Pada masa lalu ini, jarang sekali pelajarSMPyang membawa perangkat teknologi seperti telepon genggam. Namun remaja masa kini sudah bergelimang kemajuan teknologi. Anak SD saja sudah menenteng telepon genggam model tercanggih. Kemajuan teknologi membuat remaja masa kini rentan dengan pengaruh budaya luar. Maka tak heran bila sekarang banyak sekali remaja yang mengikuti cara berpakaian ala artis-artis Hollywood

Pola Klarifikasi

Pola ini hampir sama dengan pola perbandingan karena di dalamnya memang ada perbandingan terhadap ciri dari hal yang dijelaskan. Bedanya, pola klasifikasi lebih terfokus pada aspek persamaannya. Dalam pola ini, benda, hewan,dan sebagainya dikelompokkan berdasarkan kesamaan cirinya.

Contoh :

Percabangan suatu bahasa proto menjadi dua bahasa baru atau lebih, serta tiap-tiap bahasa baru itu dapat bercabang pula dan seterusnya, dapat disamakan dengan percabangan sebatang pohon. Pada suatu waktu, batang pohon tadi mengeluarkan cabang-cabang baru.Tiap cabang kemudian bertunas dan bertumbuh menjadi cabang-cabang baru. Cabang-cabang yang baru ini kemudian mengeluarkan ranting-ranting baru. Demikian seterusnya. Begitu pula percabangan pada bahasa.

Pola Pendefinisian

Dalam pola ini, ada kata, istilah, atau konsep yang dijelaskan artinya. Penjelasan itu dapat berdasarkan kamus, penjelasan ahli, ataupun pendapat penulis itu sendiri. Dalam pola ini, umumnya digunakan kata adalah, ialah, merupakan, dan yaitu.

Contoh :

Kapai pesiar adalah perahu layar atau kapal kecil yang sangat baik digunakan untuk rekreasi pada waktu luang. Pada umumnya, kapal pesiar ada dua macam, yaitu kapal yang tidak menggunakan mesin dan kapal yang mengguhakan mesin. Kapal layar bermesin yang terkenal dengan sebutan “kapal pesiar” baik juga untuk sarana rekreasi. Kapal pesiar biasanya digunakan oleh orang-orang kaya untuk berpesiar.

Leave a Comment