Mengklasifikasi dan Mengidentifikasi Kekurangan Teks Cerita Pendek

Mengklasifikasi Teks Cerita Pendek

Berdasarkan teknik kepengarangannya, cerita pendek dibagi menjadi 2, yaitu cerita pendek konvensional dan cerita pendek kontemporer :

Cerita Pendek Konvensional

Cerita pendek jenis ini memiliki tema yang ringan sehingga mudah dipahami.Temanya terfokus. Alurnya jelas. Penyelesaiannya pun mudah dipahami. Jalan ceritanya mudah diikuti karena menyajikan peristiwa yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari.

Cerita Pendek Kontemporer

Cerita pendek jenis ini tidak terfokus pada satu tema, karena itu sering kali sulit dipahami maksudnya. Alurnya tidak terstruktur. Penyelesaiannya pun sering kali mengambang.

Selain berdasarkan temanya, cerita pendek dapat pula dikelompokkan berdasarkan sudut pandang penceritaannya. Berdasarkan aspek ini, cerita pendek dapat dikelompokkan ke dalam empat jenis, yaitu sebagai berikut.

Cerita pendek bersudut pandang orang pertama, pelaku utama

Dalam cerita pendek jenis ini, pengarang menggunakan kata ganti orang pertama, yakni aku atau soyo. Tokoh ini berperan sebagai tokoh utama.

Contoh:

Aku datang ke rumahnya dengan tergopoh-gopoh. Begitu sampai, Paman memarahiku. la kecewa karena aku datang terlambat. Tak apalah, kemarahannya^aku terima karena memang aku salah.

Cerita pendek bersudut pandang orang pertama, pelaku tambahan

Dalam cerita pendekjenis ini, pengarang menggunakan kata ganti orang pertama. Hanya saja perannya hanya sebagai pelaku tambahan.

Contoh:

Temanku, Adri memang layak menjadi juara kelas. la selalu mendapat nilai tinggi di kelasnya. la pun aktif dalam beberapa kegiatan ekstrakurikuler. Beberapa kegiatan di luar sekolah ia ikuti pula. Namun,

mengapa piala itu malah diberikan kepada Anita? Aku kira hal itu tidak adil. Seharusnya Adrilah yang harus menjadi juara, bukan Anita

Cerita pendek bersudut pandang orang ketiga, sebagai pengamat

Cerita pendek ini menggunakan kata ganti orang ketiga tunggal. Pengarang berada di luar cerita dan menjagajarak dengan tokoh-tokoh yang diceritakannya. Hal-hal seperti isi hati tokoh tidak diceritakan.

Contoh:

Orang-orang berteriak. Entah masalah apa yang mereka inginkan. Yang jelas mereka berhamburan menuju rumah yang sudah banyak terkepung massa. Menurut ketua RT setempat, pemilik rumah itu memang sering kali didatangi oleh orang-orang asing. Entah siapa dan dari mana mereka itu berasal. Yang jelas pemilik rumah itu pun tidak begitu dekat dengan ketua RT dan pengurus lingkungan setempat. Sikap mereka sangat tertutup.

 

Mengidentifikasi Kekurangan Suatu Teks Cerita Pendek

Penilaian kelebihan dan kekurangan suatu karya sastra disebut resensi. Resensi ditulis untuk menarik minat baca masyarakat terhadap suatu karya sastra. Hal-hal yang harus diperhatikan saat menulis suatu resensi adalah sebagai berikut :

  1. baca cerita pendek dengan cermat,
  2. ceritakan identitas cerita pendek secara lengkap,
  3. berikan peniiaian secara objektif dan kritis, serta
  4. perhatikan unsur-unsur yang harus dinilai, seperti unsur intrinsik dan ekstrinsiknya.

Karena resensi dibuat untuk menarik minat masyarakat untuk membaca suatu cerita pendek, resensi lebih banyak mengemukakan daya tarik cerita pendek itu daripada kelemahan-kelemahannya. Meskipun begitu, idealnya kelemahan yang ada pada cerita pendek pun perlu diungkap secara jujur.

Leave a Comment