Mengenal Sifat dan Kegunaan Parafin Dalam Proses Membatik

0 273

Mengenal Sifat dan Kegunaan Parafin Dalam Proses Membatik

Bahan parafin dikenal sebagai salah satu campuran lilin batik yang mempunyai karakter mudah pecah atau retak. Parafin ini sering dimanfaatkan untuk membuat Batik Remekan yang terkesan abstrak pada dasar motif batik, terutama untuk motif batik yang besar. Parafin merupakan produk samping hasil pengolahan minyak bumi mentah yang disebut juga lilin BPM. Parafin banyak digunakan sebagai campuran lilin klowong dan lilin tembokan terutama untuk pembuatan batik kasar. Karena harganya murah parafin juga sering dipakai sebagai bahan pengisi batik.

Parafin memiliki ciri yang sangat khas yaitu berwarna kuning pucat atau putih, sifatnya mudah retak, fungsinya untuk membuat remekan (efek warna retak). Parafin putih dipakai saat musin kemarau dan parafin kuning dipakai saat musim penghujan. Perbedaannya terletak pada kecepatan mengerasnya parafin ketika terkena udara. Tujuan digunakannya parafin dalam campuran lilin batik adalah agar lilin mempunyai daya tahan tembus basah yang baik. Penggunaan parafin dalam proses membatik juga dimaksudkan sebagai bahan yang dapat membantu untuk mempermudah lepasnya lilin waktu dilorod.

Adapun sifat dan karakteristik dasar dari parafin yang biasa digunakan sebagai campuran lilin batik adalah sebagai berikut:

  • Mempunyai daya tolak tembus basah yang baik.
  • Mudah dicairkan dan cepat membeku.
  • Daya lekat lemah sehingga mudah lepas dari kain.
  • Titik leleh rendah yaitu pada suhu 60° sampai 56º Celcius.
  • Tahan terhadap larutan alkali walaupun tidak tahan lam

Dengan sifat dan karakteristiknya tersebut parafin sangat cocok untuk digunakan sebagai campuran lilin pada proses pembatik.

Source https://fitinline.com/ https://fitinline.com/article/read/mengenal-sifat-dan-kegunaan-parafin-dalam-proses-membatik/
Comments
Loading...