Mengenal Sejarah Batik Pesisir

0 42

Mengenal Sejarah Batik Pesisir

Banyak yang menganggap bahwa penampilan batik pesisir ini tidak elegan seperti batik pedalaman. Namun motifnya yang sporadis dan tidak pakem, membuat batik pesisir justru memiliki keunikan tersendiri. Hal ini tidak lepas dari sejarah batik pesisir yang sangat panjang dengan melibatkan pengaruh budaya-budaya dari luar seperti Tiongkok dan Belanda. Juga melibatkan banyak kota-kota pesisir pantai lainnya di Indonesia seperti Cirebon, Semarang, Indramayu, Pekalongan, Lasem, Tuban hingga Madura.

Sejarah Batik Pesisir

Nama batik pesisir tidak merujuk pada satu jenis batik dari daerah tertentu. Namun batik pesisir ini merupakan sebutan untuk kain batik yang berasal dari berbagai daerah di kawasan pesisir pantai. Sebut saja Cirebon, Pekalongan, Tuban, Lasem dan masih banyak lagi. Kain batik yang berasal dari daerah-daerah pesisir pantai ini dianggap memiliki motif yang berbeda dari batik Yogyakarta dan Solo sehingga digolongkan ke dalam batik pesisir. Setiap kali menyebutkan batik pesisir, maka orang akan langsung tertuju dengan warna dan motifnya yang sangat khas.

Perkembangan batik pesisir ini sendiri tidak lepas dari posisi strategis masing-masing kota pesisir sebagai tempat singgahnya para pedagang. Banyak pedagang dari berbagai negara seperti Tiongkok hingga Belanda yang singgah ke pesisir. Para pedagang ini tidak hanya singgah namun juga menetap dan mengembangkan perdagangan batik. Hingga masyarakat pesisir mulai mengenal batik dan memproduksinya dalam jumlah lebih banyak untuk dijual. Kini batik pesisir menerapkan motif yang tidak hanya murni dari budaya pengrajin Indonesia namun telah bercampur dengan budaya Tiongkok dan Belanda.

Ciri Khas Batik Pesisir

Dibandingkan dengan batik Yogyakarta dan Solo, batik pesisir memiliki motif yang lebih hidup. Hal ini karena motif yang dimasukkan merupakan gambar-gambar hidup semisal tanaman atau bunga dan binatang tertentu. Juga menggunakan motif-motif yang menjadi simbol akulturasi budaya Indonesia pesisir, Tiongkok dan Belanda. Maka tidak heran jika batik pesisir lebih menerapkan motif-motif seperti burung hong, naga, kereta kuda, kapal, kupu-kupu, burung merak dan pipit. Juga motif-motif dengan ciri khas lingkungan yang sangat kuat.

Tidak mengenal pakem membuat batik pesisir ini lebih bebas dalam menghasilkan karya. Pemilihan warna-warna kalem tidak dimiliki batik pesisir. Melainkan justru penggunaan warna-warna yang lebih kaya dan berani. Sehingga batik pesisir ini dikenal dengan warna merah darah ayam terutama pada batik pesisir dari Lasem atau batik Lasem. Atau warna-warna terang dan mencolok seperti biru yang menjadi ciri khas dari batik Pekalongan. Penggunaan warna-warna yang lebih berani ini karena batik pesisir telah mendapatkan pengaruh luar dari budaya Tiongkok dan Belanda.

Source https://batikjambi.com https://batikjambi.com/mengenal-sejarah-batik-pesisir.html
Comments
Loading...