Mengenal Ragam Batik Sidoarjo

0 858

Mengenal Ragam Batik Sidoarjo

Sejak era tahun 80-an sampai saat ini, beberapa wilayah di Kabupaten Sidoarjo telah menjadi daerah sentra batik. Sebut saja Batik Sekardangan, Jetis, Tulangan, Kedungcangkring, dan Cina Peranakan, dimana masing -masing batik yang dihasilkan memiliki ciri khas dan karakteristik tersendiri. Berikut ulasan dari masing-masing Batik Sidoarjo.

Batik Sekardangan

Batik Sekardangan lebih dikenal dengan batik kelas atas karena harganya yang cukup lumayan mahal. Motif Mahkota adalah salah satu motif andalan Batik Sekardangan dan saat ini telah dipatenkan oleh pemerintah daerah sebagai salah satu motif khas Batik Sidoarjo. Karakter utama dari Batik Sekardangan tampak dari coletan warna ungu pada kain batiknya. Kala itu, warna ungu terbilang mahal sehingga Batik Sekardangan tidak diproduksi secara masal.

 

Batik Tulangan

Batik Tulangan dalam perkembangannya dikenal sebagai batik kontemporer. Berbeda dari batik pesisir pada umumnya yang biasanya menggunakan ragam hias naturalistis, Batik Tulangan lebih memadukan ragam hias tradisional dan kontemporer. Para pembuat Batik Tulangan banyak terinspirasi dari lingkungan sekitar dalam pembuatan motif, seperti flora dan fauna. Salah satunya, motif Sunduk Kentang yang menjadi ciri khas dari Batik Tulangan.

 

Batik Jetis

Perkembangan batik di Jetis tidak lepas dari peran para pengusaha Cina yang membuka usaha batik. Memasuki periode 1900-an, para pengusaha tersebut semakin intens dalam mengelola usaha batik. Para buruh batik yang telah memiliki keahlian dan modal hasil bekerja pada pengusaha Cina, lantas mulai mendirikan sendiri usaha batik sendiri. Maka, tidak mengherankan bila Jetis mendapat predikat sebagai “Kampung Batik”. Bila mengunjungi daerah ini, maka bisa dipastikan kita dapat melihat orang-orang sedang membatik di hampir setiap rumah penduduk. Pada tahun 1970-an, industri batik di Jetis semakin berkembang dan menjadi salah satu penopang ekonomi utama dari hampir seluruh rumah tangga di Jetis hingga kini.

Batik Kedungcangkring

Batik di Kedungcangkring diperkirakan eksis sekitar akhir abad ke 17 dan Desa Kedungcangkring termasuk desa yang tertua di Kabupaten Sidoarjo. Pembatikan di Kedungcangkring tidak hanya memproduksi batik tulis dan batik cap, tetapi juga kombinasi di antara keduanya. Sayangnya, masa keemasan batik Kedungcangkring hanya bertahan sampai tahun 1960-an. Kemunculan industri batik printing di tahun 1970-an yang dapat memproduksi batik lebih cepat, masal, dan lebih murah perlahan menggeser keberadaan industri batik tulis dan cap. Akibatnya, banyak pengusaha batik di daerah ini yang gulung tikar dan tidak beroperasi kembali.

 

Batik China Peranakan

Batik China Peranakan Sidoarjo tidak jauh berbeda dengan gaya Batik China yang berasal dari daerah lainnya. Namun, batik China Peranakan Sidoarjo memiliki pembeda yang cukup mencolok pada aspek pangsa pasar. Batik karya Njo Tan Sing Ing, seorang pembatik China Peranakan Sidoarjo, banyak diburu oleh kalangan Indo – Eropa pada akhir abad ke 19. Motif yang biasanya muncul pada Batik China Peranakan Sidoarjo ini berupa bunga-bunga lotus, seruni, serta kupu-kupu. Saat ini, pembatikan China Peranakan di Sidoarjo sudah tidak beroperasi, sehingga para pecinta batik hanya bisa menemukan batik – batik China Peranakan Sidoarjo melalui koleksi para kolektor batik.

Source Mengenal Ragam Batik Sidoarjo Batik
Comments
Loading...