Mengenal Motif Batik Udan Liris dan Filosofinya

0 58

Mengenal Motif Batik Udan Liris dan Filosofinya Sebagai Salah Satu Warisan Budaya Dunia

Salah satu motif batik yang dinominasikan sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO, Udan Liris juga merupakan motif batik klasik yang memiliki cerita dan filosofi sendiri. Seperti namanya Udan Liris atau bisa juga disebut Hujan Gerimis, seperti cuaca sore hari ini yang mendung dan gerimis, kemudian mati listrik. Menginspirasi kami untuk membahas lebih dalam tentang motif batik yang satu ini. Seperti hujan gerimis yang menandakan bahwa motif batik ini adalah menyejukkan, seperti irama suara hujan yang turun temurun jatuh ke tanah. Batik ini juga turun temurun diwariskan kepada generasi selanjutnya.

Dalam motif Udan Liris terdapat berbagai jenis motif, misalnya motif dengan patroon geometris yang termasuk dalam motif lereng (motif lereng adalah motif Parang hanya antar satu patroon dengan yang lainnya tidak ada motif pembatasnya). Semuanya disusun berdampingan membentuk seperti garis diagonal.  Dalam motif Udhan Liris bisa disusun beberapa motif secara paralel/ berjejeran. Jadi batik motif liris yaitu batik yang motif pokoknya berupa garis-garis miring sejajar. Terdapat motif yang sejenis dengan motif udan liris yaitu motif rujak senthe. Bedanya yaitu jika motif rujak senthe berlatar hitam, sedangkan motif udan liris berlatar putih.

Motif ini termasuk yang hanya diperkenankan dipakai oleh keluarga kerajaan. Di Keraton Yogyakarta dan Surakarta, dulunya batik ini termasuk ke dalam batik larangan. Namun dengan berjalannya waktu, motif ini bisa dipakai oleh siapa saja. Batik motif udan liris tercipta pada peristiwa di saat Pakubuwono III menjalani Laku Teteki, yang disebut juga ibadah mati raga. Salah satunya dengan menjalani laku kungkum atau berendam di sungai Premulung. Sungai tersebut ada di desa Laweyan dan sungai tersebut mengalir dekat makam leluhurnya yaitu Kyai Ageng Henis. Pada saat itu tiba-tiba hujan gerimis dan angin bertiup, suasana inilah yang mengilhami Pakubuwono menciptakan batik motif udan liris. Motif udan liris tercipta pada saat pertengahan abad XVIII.

Dalam kehidupan orang Jawa, hujan gerimis menandakan waktu yang tepat untuk berkumpul bersama keluarga. Bagi pasangan yang masih saling jatuh cinta, hujan gerimis juga menambah romantis suasana ketika bercengkrama. Segala sesuatu yang orang Jawa buat pasti ada maksud dan filosofi tersendiri terkait dengan apa yang mereka buat atau ciptakan. Hebatnya penduduk Jawa selalu mampu memprediksi hal yang kadang berada di luar nalar kita.

Motif Udan Liris juga melambangkan bahwa manusia harus kuat dan siap menghadapi kehidupan yang kadang panas dan kadang hujan. Dan harus mampu menjadikan hidup sejajar sesuai dengan tatanan dan aturan Yang Maha Kuasa. Tetap berbuat baik pada siapa saja tidak melihat kepada materi maupun jabatan duniawi. Batik sebagaimana fungsinya hanyalah pakaian yang menutupi badan, tetapi esensinya yang paling penting adalah bagaimana pakaian untuk menyelimuti hati dan jiwa raga kita sebagai manusia.

Source https://indonesianbatik.id/ https://indonesianbatik.id/2018/02/01/mengenal-motif-batik-udan-liris-dan-filosofinya-sebagai-salah-satu-warisan-budaya-dunia/
Comments
Loading...