Mengenal Filosofi Batik di Balik Keindahannya

0 61

Sebagai kain tradisional Nusantara, batik tidak diragukan lagi keindahannya. Beragam corak serta motif terdapat pada kain batik. Tapi tahu nggak kalau di balik motif-motif indah pada kain batik tersebut, memiliki filosofi yang tersembunyi. Murywati Darmokusumo, owner dari “Sekar Kedaton” sekaligus penulis buku “Batik Jogjakarta dalam Perjalanannya dari Masa ke Masa”.

Parang

Motif batik yang satu ini pasti sudah tidak asing lagi. Ya, parang menjadi salah satu motif yang sering ditemui di kain batik. Parang memiliki ciri bentuk dan corak yang terus menyambung tanpa putus. Dahulu motif ini hanya digunakan oleh para kasta dan penguasa. “Ini (parang) artinya tinggi sekali. Petuah bagi raja untuk mengendalikan hawa nafsu. Jadi, di dalam memegang pemerintahan atau kekuasaan itu harus arif dan bijaksana,” ujar Murywati Darmokusumo.
Selain itu, menurutnya, motif parang biasa dipakai untuk upacara besar. Motif parang juga melambangkan manusia yang melawan kejahatan dengan mengendalikan keinginan mereka sehingga mereka bijaksana, watak mulia karakter yang akan menang.
Grompol
Salah satu motif khas yang ada di batik Yogyakarta. Ragam motif batik ini berupa bentuk geometris yang berukuran besar menyerupai rantai yang saling terikat dengan ukuran dan bentuk yang sama. Menurut Murywati, motif ini sering dipakai dalam upacara perkawinan. Sebab, grompol memiliki arti bersatu. Masyarakat percaya bahwa motif batik ini merupakan simbol dari bersatunya hal-hal yang bersifat kebaikan.
Slobog
Motif slobog sangat dipengaruhi oleh hal-hal keagamaan. Biasanya motif ini sering dipakai oleh orang-orang untuk pergi melayat. Motif ini melambangkan harapan agar arwah orang yang meninggal mendapatkan kemudahan dan kelancaran dalam perjalanannya menghadap Tuhan Yang Maha Kuasa.
Kawung
Salah satu motif tertua dan bahkan ditemui dalam ukiran dinding di beberapa candi. Motif kawung berbentuk seperti kolang-kaling yang disusun atau bahkan menyerupai bunga yang sedang mekar.  “Motif Kawung seperti bunga mekar. Itu maknanya sesuatu yang wangi baunya. Di dalam filosofi Jawa disebut ‘papat limo pancer’, itu artinya dalam sekali,” ujar Murywati. Makna dari motif Kawung sendiri ada beberapa di antaranya pengendalian diri yang sempurna, hati yang bersih tanpa adanya keinginan untuk ria.
Source http://www.gohitz.com/ http://www.gohitz.com/article/busana/9092/mengenal_filosofi_batik_di_balik_keindahannya
Comments
Loading...