Mengenal Daun Indigo, Pewarna Biru Batik yang Telah Disediakan Oleh Alam

0 123

Mengenal Daun Indigo, Pewarna Biru Batik yang Telah Disediakan Oleh Alam

Dahulu, proses pewarnaan batik tulis masih menggunakan bahan dan teknik tradisional, dengan berbagai bahan yang sudah disediakan oleh alam. Pewarnaan merupakan salah satu proses yang paling penting, karena disitulah, batik tersebut akan menunjukkan kualitas cantingan dan keindahan motifnya. Untuk itu, kali ini kita akan mengenal daun indigo, yang berfungsi sebagai penghasil wana biru pada batik.

Untuk masyarakat batik pedalaman seperti Solo, pewarna alam juga sering disebut “sogan Jawa”, karena ada juga yang menggunakan kombinasi pewarna kimia untuk mengembangkan warna batik. Pewarnaan alam membutuhkan kombinasi berbagai bahan untuk dapat digunakan menjadi pewarna batik tradisional. Dan terkadang para pengrajin warna tersebut membutuhkan waktu puluhan tahun untuk menemukan kombinasi yang tepat.

Dan salah satu bahan yang sudah disediakan alam tersebut adalah daun indigo (indigofera) merupakan sejenis tanaman perdu yang menghasilkan warna nila atau biru tua. Seperti yang kita tahu, pada dasarnya batik tidak menggunakan warna hitam pekat, tetapi lebih kebiru-biruan, terutama batik klasik pedalaman yang menggunakan pewarna tradisional.

Rumusan warna indigo ini membutuhkan kombinasi yang tepat agar warna yang dihasilkan menjadi awet dan kepekatannya sesuai keinginan. Karena nantinya, warna indigo ini yang memberikan sentuhan warna klasik yang semakin tua batik yang menggunakan pewarna alam tersebut, maka semakin memunculkan aura warna batik yang dibuat.

Pewarna alam memberikan sentuhan tersendiri bagi pecinta batik klasik, selain karena warnanya yang begitu natural. Ditambah lagi batik yang menggunakan pewarna alam cenderung lebih awet dan lebih mampu berahan dengan perawatan yang baik.

Warna indigo menjadi salah satu warna primer selain sogan untuk pembuatan batik tradisional, tanaman yang umumnya merupakan tanaman liar ini mulai dibudidayakan untuk kembali mengangkat pesona pewarnaan alam yang saat ini sudah banyak ditinggalkan.

Pohon dan daun indigo ini saat ini menjadi pilihan utama bagi para pengrajin batik di daerah pedalaman terutama Solo dan Jogja. Resep – resep dan takaran penggunaan pewarna alam tergantung kepada para pengrajin warna batik.

Resep pewarnaan alam ini tentu saja bisa dibagikan, namun tidak semua bisa menghasilkan warna yang sama meskipun dengan resep yang sama. Hampir sama seperti motif-motif canting batik tulis yang tidak akan bisa sama meskipun memiliki motif yang sama dan dikerjakan oleh pembatik yang sama.

Selain semua keunikan itu, penggunaan pewarna alam akan menghasilkan wangi yang khas pada batik tulis. Wangi dari malam dan bahan-bahan pewarna alam menjadikan keharuman tersendiri yang seolah-olah membuat perasaan pemilik batik menjadi lebih tenang dan damai.

Dan bukan hanya warna dari daun indigo, banyak sekali bahan alam yang bisa dgunakan untuk memberikan sentuhan pewanaan kepada batik tradisional, seperti Kayu Nangka, Jelawe, Batang Tingi, Daun Mangga Kweni, Batang Mahoni, Mengkudu, dan masih banyak lagi yang bisa kita dapatkan dari alam.

Source http://indonesianbatik.id http://indonesianbatik.id/2018/12/17/mengenal-daun-indigo-pewarna-biru-batik-yang-telah-disediakan-oleh-alam/
Comments
Loading...