Mengenal Batik Bantul Lewat Museum

0 133

Mengenal Batik Bantul Lewat Museum

Batik bukan hanya sekedar kain yang bermotif dengan penuh goresan untuk berbusana. Lebih luas dari itu, memiliki makna sejarah tentang sebuah perjalanan hidup dan peradaban. Keberadaan kain tersebut tersebar di hampir seluruh wilayah nusantara, terutama pulau Jawa. Di sejumlah wilayah, museum-museum batik berdiri sebagai tanda perkembangan masyarakat dan maju mundurnya sebuah kota kepada generasi penerus. Museum Batik Joglo Tjipto Wening, misalnya. Museum ini menjadi wadah pelestarian bagi perkembangan Motif-motif Batik Bantul maupun Jogjakarta dan sekitarnya.

Museum Batik Joglo Tjipto Wening terletak di Dusun Ketandan Tengah, Imogiri, Bantul, Jogjakarta. Diresmikan sebagai aset budaya Jogjakarta pada 18 Maret 2004, museum ini berfungsi untuk melestarikan batik yang merupakan warisan budaya adiluhung. Keberadaan akan museum ini agak sulit ditemukan. Lokasi museum yang berbentuk rumah Jawa klasik ini sedikit berada di dalam gang kecil di dekat pasar Imogiri. Namun, begitu tiba di lokasi, kesan teduh, nyaman, dan tenang seperti mengunjungi rumah nenek akan menyambut Anda. Motif-motif batik yang dipaparkan di museum ini terdiri dari batik kuno hingga motif modern.

Goresan-goresannya menunjukkan suatu kedinamisan yang sesuai pergerakan kisah hidup manusia. Semua yang ada di batik ini senantiasa memiliki simbol dan makna sesuai selera konsumen pada saat itu. Itu sebabnya, jika mengerti batik, tentu mampu membaca cerita kehidupan lewat goresan-goresan yang terbentuk pada latar kain. Khusus Batik Bantul, motif yang banyak dikenal sejak dulu adalah motif Parang, Nitik Pleret, Wijirejo Pandak, atau Giriloyo Imogiri. Sampai saat ini, motif-motif ini masih disukai konsumen. Sementara warna-warna yang menjadi ciri khas wilayah Bantul adalah warna-warna teduh, seperti hijau pupus, ungu, sogan, dan merah hatik.

Source http://archive.lenteratimur.com/ http://archive.lenteratimur.com/2010/02/mengenal-batik-bantul-lewat-museum/
Comments
Loading...