Mengembangkan Batik Warna Alami

0 98

Mengembangkan Batik Warna Alami

Perkembangan dunia yang semakin peduli terhadap lingkungan, kembali dalam dunia batik wacana tentang penggunaan bahan warna yang berasal dari zat alam. Penggunaan zat warna dari bahan alami ini sebenarnya telah dilakukan sejak zaman dahulu oleh para seniman batik di Jawa. Penggunaan berbagai macam bahan yang ada di sekitar mereka ini membuat batik memiliki warna khas yang bergantung dari asal daerah pembuatan batik tersebut. Hal ini terlihat salah satunya pada warna merah khas dari wilayah Lasem yang pada zaman dahulu hanya dapat dibuat di daerah ini. Warna alami ini memiliki beberapa kelebihan yang salah satunya adalah sangat ramah terhadap lingkungan. Hal ini menjadi cukup penting beberapa tahun belakangan ini di mana kampanye untuk menyelamatkan lingkungan hidup sedang gencar dilakukan.

Penggunaan warna alami memang memiliki tingkat kesulitan yang lebih rumit dan membuat proses pembuatan batik lebih lambat atau lama prosesnya. Hal ini lah yang membuat banyak pengusaha batik enggan untuk menggunakan jenis warna alami. Proses batik yang menggunakan warna buatan dapat dibuat dengan proses yang cukup cepat yaitu hanya dalam waktu satu hari. Sementara untuk membuat batik dengan bahan warna alami memerlukan waktu yang cukup lama, hampir sekitar satu minggu.

Hal ini lah yang membuat beberapa pengusaha batik agak enggan untuk menggunakan bahan alami. Selain itu menurut beberapa pengusaha batik harga jual untuk kain batik dengan bahan alami ini tidak terpatok terlalu jauh dengan batik yang dibuat dengan bahan warna buatan. Hal ini dilakukan oleh para pengusaha batik karena ada kekhawatiran kalau baju batik yang mereka buat dengan warna alami ini tidak laku dengan cepat. Jika satu lembar batik dengan bahan warna buatan dijual dengan harga tiga ratus lima puluh ribu rupiah maka batik warna alami mereka jual di sekitar harga empat ratus ribu rupiah. Hal ini lah yang membuat beberapa pengusaha batik enggan menggunakan warna alami.

Tetapi banyak juga pengusaha batik yang mulai kembali bersemangat menggunakan bahan warna alami ini salah satunya adalah Bapak Sipon Sunardi yang merupakan pemilik Batik Retno Mulyo. Menurut beliau penggunaan batik warna alami ini sedang sangat dicari oleh masyarakat sehingga peminatnya sangat banyak. Proses pembuatan batik ini memang menurut bapak Sipon cukup rumit, namun untuk jangkauan pemasaran nya, batik dengan jenis warna alami ini justru lebih luas. seperti untuk di wilayah Semarang beliau bisa menjual batik dengan warna alami ini dengan harga sekitar Rp. 500 ribu sementara di Jakarta beliau bahkan dapat menjual hingga harga Rp. 700 ribu. Selain itu menurut beliau bahan baku untuk pembuatan bahan warna alami cukup mudah diperoleh dan tidak mahal. Kain batik warna alami ini menjadi mahal karena prosesnya yang lebih rumit. Jadi tinggal bagaimana pilihan kita, ingin yang ramah untuk lingkungan atau yang tidak.

Source Mengembangkan Batik Warna Alami Batik
Comments
Loading...