Mengarsipkan Batik untuk Masa Depan

0 38

Mengarsipkan Batik untuk Masa Depan

Kain batik tulis, dalam hal ini secara khusus, bisa disetarakan dengan karya seni yang sarat nilai-nilai budaya dan tradisi. Nilai sejarah kain batik tulis sangat panjang dan bisa ditelusuri sejak ratusan tahun lalu. Tidak sedikit kain batik tulis kuno berada di ambang kepunahan, karena fisik yang termakan usia dan belum kembali direproduksi. Sementara regenerasi pengrajin batik  tulis adalah masalah baru yang harus segera ditangani dengan cepat.

Ada banyak alasan kenapa seseorang bisa mencintai kain batik tulis lebih dari orang kebanyakan. Dari sudut pandang investasi, misalnya, kain batik tulis dapat menjadi investasi  jangka panjang layaknya sebuah lukisan. Dengan nilai budaya sangat tinggi, pasar kain batik tulis sangat luas hingga ke mancanegara.  Tidak sedikit orang mengumpulkan kain batik kuno untuk kemudian dijual kembali.

Figur-figur seperti pengacara dan pengusaha Kartini Muljadi, desainer interior Agam Riadi, penyanyi dan desainer perhiasan Sandy Thema, stylist dan pemilik brand Chitra Subijakto adalah sebagian kolektor Batik dengan koleksi yang cukup diakui. Dengan latar belakang, profesi, dan generasi berbeda juga menghasilkan latar kecintaan yang berbeda pada batik tulis.

Kartini Muljadi yang memiliki hubungan sangat personal dengan Batik, terutama dari lingkungan sosial, dan kedekatan pribadinya dengan maestro batik Indonesia, Iwan Tirta, selain kolektor juga sudah berada di level edukasi Batik lewat koleksinya. Pengacara senior ini bahkan sudah menerbitkan buku berjudul ‘Batik Indonesia’ yang menunjukkan koleksi-koleksinya, di mana pembaca dapat mempelajari nilai historis dan arti dari motif-motif batik miliknya. Menjadikan buku ini sebuah panduan tersendiri bagi generasi masa depan yang ingin mempelajari batik lebih dalam.

Desainer interior Agam Riadi mengaku ia sampai menjelajahi pulau Jawa untuk menemukan kain-kain Batik yang istimewa. Terlebih dengan profesinya, motif batik bisa diterapkan di interior. Saat ini Agam sudah mengoleksi Batik sesuai daerah-daerah di Indonesia, dan hanya mengumpulkan karya yang sangat khusus.

Chitra Subijakto dan Kartini Muljadi sedikit berbeda, kalau melihat batik dengan corak menarik dan patut dikoleksi keduanya tanpa ragu akan membelinya. Sementara Sandy Thema mengaku koleksinya saat ini, yang sudah lebih dari 2000 helai, sangat terpengaruh dari selera orang tuanya. Dari orang tua, yang kini ia lanjutkan, mengoleksi kain batik pesisir dan Hokokai. Yang ia pilih biasanya batik-batik berwarna terang dan cerah.

Seiring perkembangan zaman dan dengan pengaruh industri mode, generasi zaman sekarang menikmati dan mempelajari batik dengan cara yang berbeda. Batik-batik koleksi para kolektor tadi sudah pasti melalui proses pembuatan yang panjang, dan tidak menggunakan pewarnaan sintetis yang sekarang lebih banyak jadi pilihan. Kain Batik modern ini pun sudah banyak yang dibuat dengan teknik cetak digital. Proses yang akhirnya menghilangkan sisi cerita yang membuat sebuah kain batik bernilai tinggi.

Source https://www.fimela.com/ https://www.fimela.com/fashion-style/read/3613349/mengarsipkan-batik-untuk-masa-depan
Comments
Loading...