Mengabadikan Batik

0 23

Mengabadikan Batik

Banyak cara bisa dilakukan untuk melestarikan kain tradisional Indonesia, batik. Salah satunya yang dilakukan desainer Oscar Lawalata. Bekerja sama dengan Rumah Kreatif BUMN dan Bank Mandiri, dia membina para perajin batik di Jawa Timur dan penenun di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ketika bertemu dengan para perajin, Oscar mengakui begitu banyak tantangan untuk memuluskan misi ini. Di antaranya, minimnya pengetahuan dan informasi pembatik atau penenun.

“Kita berharap kain Indonesia itu mengikuti zaman. Ketika bertemu ternyata mereka tidak mengerti warna, tidak mengikuti tren terkini,” ucap dia saat ditemui di pertunjukan busana bertajuk Batik for The World di Plaza Mandiri, Jakarta Selatan, Jumat (19/10) malam. Karena itu, mereka pun ambil peran mengajari mereka mengenai perpaduan warna dan tren terkini. Seperti gradasi biru dan merah. “Kami juga memodali mereka benang,” ucap dia.

Dari hasil binaan kain yang sudah dikunjungi di Trenggalek, Ponorogo, Kediri, Gresik, Surabaya, dan Madura, Oscar menampilkan sekitar 50 karya dengan berbagai model gaun, kaftan, kemeja, dan kebaya.

Sementara itu, dari segi motif, rata-rata masih mengikuti motif kekhasan daerah masing-masing seperti flora dan fauna dengan sentuhan warna alam. Oscar mengajak bahwa motif-motif lama harus terus ada dan dikembangkan.

“Saya ingin membuat batik menjadi sesuatu yang baru lagi, bagaimana menyematkan manik terus memberikan sentuhan sulam. Cutting-nya juga menentukan agar motif tetap terlihat,” imbuhnya.

Oscar berharap, perajin bisa mandiri untuk meneruskan hasil binaan, perekonomian dan bisnisnya berjalan sehingga bisa menciptakan pasarnya sendiri dengan motif dan warna baru.

Tidak hanya soal sumber daya manusia, keberlangsungan batik tulis tengah terancam. Kalah saing dengan batik cetak membuat regenerasi pembatik tulis kian surut. “Kita menggaungkan pakai batik tiap Jumat. Orang-orang membeli sesuai kemampuan, tetapi mereka tidak tahu mana cetak dan mana tulis, kan kasihan mematikan perajin,” ucap dia.

Ditambah, menurut dia, perlu ketelitian bila ingin membedakan antara batik tulis dan cetak. Hal termudah untuk membedakan antara batik tulis dan cetak adalah coraknya. “Ciri-ciri batik tulis dilihat saat bolak-balik kain, coraknya tidak simetris,” ucap dia.

“Kita hargai dulu perajin yang sudah mengerjakan enam bulan, kain Indonesia kita hargai prosesnya, bukan hanya karena motifnya yang lucu,” lanjutnya.

Hal itu semakin membuat Oscar lebih tertantang untuk mengangkat batik di Indonesia, karena batik Indonesia berbeda dengan yang lain. Batik Indonesia memiliki nilai yang tinggi karena memiliki proses yang cukup panjang oleh perajin.

Source http://kaltim.prokal.co http://kaltim.prokal.co/read/news/343169-mengabadikan-batik.html
Comments
Loading...