Menengok Sejarah & Perkembangan Batik Papringan Banyumas

0 94

Menengok Sejarah & Perkembangan Batik Papringan Banyumas

Batik merupakan warisan yang harus dijaga dan dikembangkan agar terus mendapatkan minat di hati setiap kalangan. Mengembangkan batik bukan soal bagaimana mendapatkan kualitas yang baik saja, tetapi juga bagaimana para pengrajin dan unsur masyarakat di dalamnya tetap bisa hidup dari kerajinan ini. Itulah yang dirasakan oleh masyarakat Desa Papringan, Kecamatan Banyumas, Kabupaten Banyumas, yang sebagian besar warganya adalah pengrajin batik.

Keberadaan batik papringan ini sudah ada sejak era kadipaten (Kabupaten, red). Dulu ibukota kadipaten berada di Kecamatan Banyumas dan karena pada waktu itu batik berasal dari kaum bangsawan serta pejabat, membuat wilayah ini menjadi sentranya batik di Banyumas. Mulai dari situ munculah batik-batik lain yang menyebar ke berbagai daerah di Banyumas dan banyak warga yang menjadi pembatik.

Melihat dari sejarah munculnya batik papringan ini membuat masyarakat setempat tidak mau diam. Berbagai pengembangan terus dilakukan hingga menjalin kerjasama dengan berbagai pihak. Kesadaran akan pentingnya merawat warisan budaya terus dikobarkan. Mulailah di sekitar tahun 2010 Batik Papringan mengalami perkembangan.

Program dari pemerintah pusat untuk pengembangan desa, PNPM-PLPBK, merupakan program pertama yang dapat memfasilitasi para pengrajin batik di Papringan. Berbagai program dicanangkan untuk keperluan pengembangan batik dan pra sarana pendukungnya, seperti pembangunan 5 galeri (pendopo serba guna) yang ada di tiap-tiap RW. Pendopo ini berfungsi untuk pusat kegiatan masyarakat dan kegiatan membatik itu sendiri.

Semenjak adanya program dari PNPM-PLPBK ini kerajinan batik di Papringan mulai diarahkan dan dikembangkan menjadi sentra batik. Sayangnya program dari PNPM-PLPBK ini harus berakhir di tahun 2013. Namun, pada akhirnya ada dukungan lain dari Bank Indonesia Kantor Perwakilan Purwokerto yang hingga saat ini terus memberikan fasilitas dan dukungan kepada para pengrajin batik di Desa Papringan. Oleh Bank Indonesia Kantor Perwakilan Purwokerto akhirnya dibentuklah kelompok-kelompok pembatik yang diberikan pembinaan mulai dari awal hingga mampu memproduksi batik sendiri.

Source https://www.kabardesa.com/ https://www.kabardesa.com/2017/07/19/3301/menengok-sejarah-perkembangan-batik-papringan-banyumas
Comments
Loading...