Mendorong Batik Kutai Timur Digemari Masyarakat Luas

0 222

Mendorong Batik Kutai Timur Digemari Masyarakat Luas

Potensi kerajinan tangan yang dimiliki masyarakat Kutai Timur seperti Batik khas Kutai Timur yang dihasilkan pengusaha lokal, terus berupaya dipromosikan ke luar daerah. Salah satu langkah yang ditempuhnya adalah, mengikuti Festival Kain Kalimantan, pada 28-29 Januari 2017 lalu, di Atrium Big Mall Samarinda. Puluhan kain batik dengan berbagai motif khas Kutim turut dibawa untuk dipamerkan sekaligus dijual kepada konsumen serta pengunjung. Langkah ini dimaksudkan mendorong produk batik khas Kutai Timur disenangi masyarakat luas.

Bukan hanya warga Kutai Timur saja yang mengenakan, tapi masyarakat luar Kutim diharapkan bisa menyenangi dan akhirnya mengenakannya di masa mendatang. Walaupun masih baru, namun Batik khas Kutai Timur memiliki keunggulan tersendiri. Terutama pada metode pembuatannya yang menggunakan alat modern. Dengan begitu tentunya batik ini masih perlu dikenalkan lebih luas.

Batik khas Kutai Timur mendapat tempat di pasar lokal, regional Kalimantan bahkan nasional. Sebagai langkah pemantapan, Disperindag telah melakukan rangkaian pembinaan keterampilan pelaku IKM. Sehingga apabila kebutuhan pasar besar, para pembatik yang bergelut di IKM sudah siap meladeni. Khususnya IKM bidang kerajinan batik berkembang di masa datang. Sebab saat ini embrio pertumbuhannya sudah ada, hanya tinggal merebut peluang pasar. Secara teknologi dia mengakui, Kutim memang masih jauh dibawah produksi di Jawa, tetapi dengan peralatan yang digunakan menyesuaikan dengan kemajuan teknologi kedepan batik Kutim akan mendapat tempat.

Saat ini Disperindag juga tengah melakukan serangkaian kerjasama dengan pihak lain untuk memberikan metode teknologi serta keterampilan bagi para pengrajin menyesuiakan pangsa pasar yang berlaku. Dengan mempertahankan bahan baku abadi, misalnya enceng gondok dan tenun ikat. Pengembangannya akan dilakukan ditiga kecamatan berbeda. Terbagi tiga wilayah, yakni Rantau Pulung dan sekitarnya untuk tenun modern, Kaliorang dan Kaubun untuk tradisional pasar modern, serta Muara Wahau untuk kain tradisional.

Jenis kain Batik Cap Wakaroros dan batubara dijual dengan harga mulai Rp 375 ribu perlembar. Sedangkan untuk batik tulis dihargai Rp 400 ribu. Semua kain yang dipromosikan merupakan produksi IKM binaan Disperindag Kutai Timur. Selain promosi dalam bentuk stan pameran, juga dilakukan melalui fashion show yang diselenggarakan oleh TP PKK Provinsi Kaltim dan Dekranasda Kaltim. Tak hanya itu, kesempatan dimaksud juga digunakan untuk mempromosikan makanan dan pangan tradisional, seperti amplang Bengalon, amplang batubara, kerupuk. Produk kerajinan koran bekas, tempurung kelapa, kerang dan lain-lain.

Source Mendorong Batik Kutai Timur Digemari Masyarakat Luas Batik
Comments
Loading...